Mereka yang Bertugas demi Keselamatan KA Meski Nyawa Jadi Taruhan

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:01 WIB
Petugas Sintelis KAI
Foto: Dok. KAI
Jakarta -

Sebagai penyedia moda transportasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen selalu mengutamakan keselamatan guna menciptakan perjalanan yang selamat, aman, dan nyaman. Namun, keselamatan itu tentu tidak terlepas dari para pekerja yang berkomitmen memberikan pelayanan prima.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan semangat dari para pekerja ini pun menjadi latar belakang KAI untuk meluncurkan logo baru pada Senin (28/9). Menurutnya, perubahan logo bermakna penting karena mengandung semangat dan harapan baru. Hal ini juga sebagai langkah transformasi KAI sebagai brand architecture yang efektif untuk menciptakan keterpaduan di dalam KAI Group.

"Perubahan logo ini dalam rangka menjawab tantangan yang ada dan selaras dengan visi KAI yang baru yaitu Menjadi Solusi Ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. Semoga dengan logo baru ini memberikan spirit baru bagi KAI untuk mewujudkan visi berlandaskan pada nilai-nilai utama yang baru yaitu AKHLAK: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif," ujar Joni dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Adapun logo ini terinspirasi dari bentuk rel kereta yang digambarkan dengan garis menyambung ke atas pada huruf A. Dengan logo ini, Joni berharap KAI bisa terus maju dan menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik yang terintegrasi, terpercaya, bersinergi, yang nantinya dapat menghubungkan seluruh Indonesia.

Joni menjelaskan di balik pelayanan KAI, terdapat banyak sosok yang berperan penting, salah satunya adalah para petugas sinyal, telekomunikasi dan listrik (Sintelis). Petugas inilah yang bertanggung jawab memeriksa dan merawat peralatan persinyalan, telekomunikasi, dan listrik yang berperan penting bagi perjalanan kereta api.

Dalam dunia perkeretaapian, sinyal merupakan perangkat penting yang berfungsi untuk menyampaikan perintah untuk perjalanan, yang bisa berupa peragaan, warna dan/atau bentuk informasi lainnya. Sinyal kereta api juga terbagi menjadi dua, yakni sinyal mekanik dan sinyal elektrik. Sinyal elektrik pun juga terbagi menjadi sinyal utama, sinyal pembantu, serta sinyal pelengkap. Sinyal-sinyal inilah yang menjadi panduan bagi masinis saat mengemudikan kereta api.

Petugas Sintelis KAIFoto: Dok. KAI

"Sinyal dalam dunia perkeretaapian ibarat rambu-rambu dan lampu lalu lintas di jalan raya bagi kendaraan bermotor. Oleh karena itu, untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman dan selamat, seorang masinis harus paham dan patuh terhadap sinyal yang diberikan. Selain itu, untuk mendukung terciptanya keselamatan perjalanan, perangkat sinyal juga harus dalam kondisi prima. Nah, di sini lah peran para petugas sintelis di jajaran KAI," katanya.

Para petugas sintelis KAI umumnya memiliki latar belakang pendidikan elektronika, namun mereka juga perlu memiliki sikap bertanggung jawab, loyal, teliti, dan inovatif. Untuk menunjang skill dalam bekerja, mereka juga harus mengikuti diklat serta memiliki Smart Card atau Uji Kecakapan Petugas Sintelis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Setiap harinya, para petugas sintelis bertugas memeriksa dan merawat peralatan sinyal, telekomunikasi, dan administrasi meliputi perawatan berkala, tidak berkala, korektif, dan lainnya. Adapun hal tersebut dilakukan guna menjaga peralatan sinyal dan telekomunikasi kereta api tetap dalam kondisi baik.

"Semua aset peralatan persinyalan dan telekomunikasi selalu dirawat sesuai ceklis secara periodik dengan mengacu pada buku pedoman perawatan ITCS-MS (Indonesia Train Control System Maintenance Standard)," imbuhnya.

Selain itu, sebelum bertugas mereka juga harus melakukan briefing, pengecekan kelengkapan alat, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Petugas Sintelis juga harus melakukan komunikasi antar personel dalam pekerjaannya, serta menjalankan pekerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Dalam bertugas, petugas Sintelis pun harus berhati-hati saat merawat dan memperbaiki peralatan pendeteksi kereta api yang memiliki arus listrik, serta saat berada di jalur KRL dengan medan listrik lebih tinggi. Pasalnya, jika dikerjakan dengan tidak hati-hati, dapat membahayakan nyawa.

"Selain kehati-hatian, petugas Sintelis juga harus memiliki kondisi tubuh yang fit dan prima. Ia harus siap bekerja dengan sistem shifting untuk merawat peralatan persinyalan sesuai tabel perawatan, memonitor lintas kereta api, dan melakukan pengecekan radio lokomotif untuk pemberangkatan kereta api," ujarnya.

Tak hanya itu, petugas Sintelis harus mampu menangani berbagai gangguan persinyalan yang membuat alat pendeteksi kereta api tidak berfungsi. Adapun hal ini biasanya diakibatkan oleh banjir, tumpukan sampah, atau perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut tentu dapat membuat peralatan persinyalan kereta api menjadi terganggu dan harus segera diperbaiki.

Menjadi petugas Sintelis juga perlu memiliki sikap berani dan mawas diri karena memiliki risiko tinggi seperti tersengat aliran listrik, tangan terjepit wesel, serta melakukan pekerjaan di ketinggian.

"Apalagi saat terjadi gangguan persinyalan karena faktor alam seperti hujan atau petir, Petugas Sintelis harus berhati-hati saat melakukan perbaikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Semua itu harus dihadapi dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan disertai tanggung jawab," paparnya.

Meskipun bukan terbilang pekerjaan mudah, para petugas Sintelis di KAI memiliki jenjang karir terutama bagi yang berdedikasi tinggi dalam bekerja. Adapun jenjang karir Petugas Sintel dimulai sebagai petugas negative check, Kepala Urusan Perawatan Preventive dan Perawatan Perbaikan, Kepala Urusan Pelaksana Teknis Sintelis (KUPT Sintelis), Quality Control Sintelis, Manajer Sintelis, dan berlanjut ke jenjang karir yang lebih tinggi jika memiliki kinerja yang baik, dan sesuai standar perusahaan.

Di balik kompleksnya pelayanan KAI, dengan tetap berpedoman pada SOP semua pekerjaan rumit tersebut bisa tetap berjalan rapi menjadi satu kesatuan. Hal inilah yang membuat KAI bisa terus memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

(akn/ega)