Ruslan Buton Sebar Surat Terbuka ke Jokowi di Grup WA Terkait Pilpres 2019

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 19:42 WIB
Mulyono bersaksi di sidang Ruslan Buton, di PN Jaksel, Kamis (1/10/20).
Foto: Mulyono bersaksi di sidang Ruslan Buton. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum menghadirkan saksi, Mulyono Akbar, dalam sidang lanjutan perkara ujaran kebencian dengan terdakwa Ruslan Buton. Mulyono dicecar jaksa perihal grup WhatsApp (WA), di mana Ruslan Buton menyebar rekaman berisi surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (1/10/2020), Mulyono mengatakan grup WA yang ditanyakan jaksa bernama 'Aliansi Profesional Indonesia Bangkit'. Mulyono merupakan salah satu anggota dari grup tersebut.

Grupnya berisi lebih dari 200 orang. Namun, Mulyono mengaku baru mengetahui Ruslan berada dalam grup tersebut saat dirinya dimintai keterangan oleh kepolisian.

"Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB). Saya tahu setelah di BAP, kalau (Ruslan) termasuk anggota APIB. Anggota di dalam ada sekitar 250 orang," kata Mulyono dalam persidangan.

Mulyono mengaku, dirinya tidak mengetahui persis siapa yang memasukannya ke dalam grup tersebut. Namun dia menyebut grup tersebut ada saat Pilpres 2019.

"Saya tidak tahu persis. Tapi itu pada saat Pilpres 2019. Salah satu pendukung. Disebut pendukung, ya, karena sebagian ada yang tidak (mendukung). Tapi dominan iya," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Ruslan meminta izin kepada majelis hakim untuk memberikan beberapa pertanyaan ke Mulyono. Majelis hakim pun mengizinkan.

"Saudara saksi, pertama saya melihat saudara saksi keluar dari grup tanggal 13 Februari 2020. Kemudian menerima chat-an dari saya Mei 2020. Kok bisa, keluar tanggal 13, terima chat saya Mei?" tanya Ruslan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Mulyono menyebut terjadi kesalahan penulisan bulan pada BAP. Menurutnya, kekeliruan tersebut telah ia klarifikasi dan sampaikan ke penyidik.

"Saya sudah katakan kalau itu salah ketik dan sudah di konfirmasi. Yang benar tanggal 14 Juli dikeluarkan dari grup," tutur Mulyono.

Ruslan juga menanyakan, apakah Mulyono mengetahui latar belakang hingga grup itu dibuat. Pertanyaan selanjutnya, apakah Mulyono mengetahui apa yang dibahas di grup tersebut. Barulah Mulyono mengungkapkan bahwa grup tersebut terkait Pilpres 2019.

"Sebelumnya grup APIB itu adalah terkait dengan Pilpres 2019. Memang di dalamnya membahas berkaitan dengan berbagai masalah soal ekonomi, politik, lingkungan dan sebagainya," jawab Mulyono.

Selanjutnya
Halaman
1 2