Pemprov DKI Jakarta Klaim Mobilitas Warga Turun Saat PSBB

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 18:29 WIB
Ahmad Riza Patria saat dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

DKI Jakarta saat ini masih memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim ada penurunan mobilitas warga di masa PSBB ketat.

"Memang sejak kita PSBB yang kita perketat, pelonggaran dari 50 jadi 25 persen, kemudian 50 persen jadi ditutup untuk sementara, sesungguhnya mobilitas warga itu menurun seiring dengan penutupan unit usaha dan unit kegiatan," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (1/10/2020).

Meski demikian, Riza tak menyebut seberapa besar penurunan mobilitas warga DKI selama masa PSBB ketat. Lebih lanjut, Riza mengatakan karena tempat makan, kafe di Jakarta tidak boleh melayani makan di tempat, warga akhirnya mencari lokasi lain di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Kemudian yang berikutnya, memang ada pergerakan Warga Jakarta yang keluar ke sekitar Jakarta, makan ke Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi. Karena di Jakarta kan nggak boleh makan di tempat, bolehnya pesan antar, sehingga memang di kabupaten/kota sekitar Jakarta ada peningkatan orang yang keluar makan," ucap Riza.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyangga Ibu Kota sehingga dapat ditemukan solusi terbaik agar tidak terjadi penyebaran virus Corona.

"Nah, untuk itu, kami minta kita kerja sama dengan kota/kabupaten Jakarta, untuk sama-sama sinergi positif menjaga, terus melaksanakan protokol COVID sekalipun di tempat-tempat tersebut, di tempat yang dimungkinkan makan di tempat dan kami selama ini koordinasi rapat dialog bekerja sama cari solusi terbaik untuk kepentingan bersama," kata Riza.

Sebelumnya diberitakan, Jakarta saat ini tengah dalam kondisi PSBB ketat. Akibat pemberlakuan ini, banyak warga Jakarta yang datang ke Bekasi untuk mencari hiburan.

"Iya (banyak warga Jakarta mencari tempat hiburan di Bekasi). Kan di sana ditutup (karena PSBB ketat). Iya di Jakarta ditutup, di Bogor ditutup, Depok ditutup," kata Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat dihubungi, Minggu (27/9).

Abi pun mengaku kesulitan mencegah adanya kerumunan di Kota Bekasi. Sebab, lanjutnya, jumlah personel di lapangan terbatas. Apalagi, lanjutnya, adanya ajakan di media sosial untuk datang ke Bekasi juga membuat personel kesulitan.

"Ya pastilah, pasti (kesulitan). Jumlah kita terbatas, kemudian kita nyebar ke mana-mana, ya tentunya personel juga dibagi-bagi (ke tiap tempat), gitu. Tapi di Instagram itu 'ayo ke Bekasi kita ngopi-ngopi', ya itu juga suatu ajakan yang luar biasa, gitu," jelasnya.

(man/dkp)