Polisi: Korban Tewas Kecelakaan di Masa PSBB Ketat Jakarta Naik 40 Persen

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:02 WIB
Antrean panjang kendaraan terlihat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Kemacetan tersebut terjadi di beberapa titik di saat jam pulang kerja. Berikut penampakannya
Lalu lintas di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut angka kecelakaan pada masa PSBB ketat di Jakarta mengalami peningkatan dibanding pada periode PSBB transisi. Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pun mengalami peningkatan hingga 40 persen.

"Untuk korban kecelakaan, terjadi peningkatan korban meninggal dunia sebanyak 40 persen pada masa PSBB total dibanding 14 hari pada masa PSBB transisi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Sambodo merinci, dalam 14 hari saat PSBB transisi (31 Agustus-14 September 2020), jumlah korban tewas kecelakaan sebanyak 10 orang. Sedangkan pada masa PSBB ketat (14-27 September 2020), angka korban tewas mencapai 14 orang.

"Untuk jumlah kecelakaan lalu lintas selama 14 hari di masa PSBB transisi mencapai 168 kasus, sedangkan di masa PSBB Jakarta mengalami peningkatan 1 persen atau sebanyak 169 kasus," imbuhya.

Sementara itu, volume kendaraan bermotor satu minggu sebelum PSBB Jakarta mencapai 18,91 persen. Sedangkan satu minggu selama PSBB, volume kendaraan mengalami peningkatan hingga 21,45 persen.

Kenaikan volume kendaraan ini berbanding lurus dengan jumlah pelanggaran di wilayah DKI Jakarta. Selama 1 minggu masa PSBB transisi (7-13 September), polisi mencatat angka pelanggaran mencapai 21.908 kasus.

"Sedangkan pada masa PSBB total (14-20 September) terjadi peningkatan kasus sebesar 23.316 pelanggaran," tandasnya.

Simak juga video 'PSBB Diperketat, Begini Protokol Kesehatan di Transportasi Publik':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)