Wamenag Minta Usut Motif Pencoret Musala 'Saya Kafir': Jangan Muncul Isu Liar

Tiara Aliya A - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 13:38 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid (Andhika Prasetia/detikcom)
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid mengkritik tindakan oknum mahasiswa yang mencoret musala 'Saya Kafir' di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan bahwa itu adalah perilaku kriminal dan mencemarkan umat Islam.

"Berkaitan dengan aksi vandalisme dari orang yang melakukan tindakan perusakan atau juga kegiatan-kegiatan yang mencemarkan umat Islam, saya nyatakan bahwa tindakan tersebut adalah kriminal dan patut disesalkan," kata Zainut kepada wartawan di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2020).

Zainut menyesalkan adanya aksi vandalisme yang terjadi di dalam rumah ibadah. Di sisi lain, ia pun mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang langsung menangkap oknum tersebut.

"Harusnya, kegiatan-kegiatan seperti itu tidak terjadi. Apalagi, ini terjadi di rumah ibadah yang kita muliakan yang kita hormati yang kita sucikan. Untuk itu, kami meminta kepada aparat kepolisian yang pertama memberikan apresiasi dengan cepat tanggap langsung menangkap orang yang melakukan hal tersebut," jelasnya.

Zainut pun berharap polisi dapat mengusut tuntas dan mengungkap motif pelaku vandalisme. Hal ini, sebut Zainut, dirasa perlu agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat Indonesia.

"Kedua melakukan penelusuran pendalaman apa motif yang dilakukan sehingga masyarakat tahu apakah ini murni kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan ataukah ada hal-hal lain sehingga masyarakat bisa memahami tidak ada prasangka, tidak ada dugaan-dugaan yang justru nanti bisa menimbulkan isu yang liar," jelasnya.

Terakhir, Zainut pun mengimbau masyarakat bisa memberikan ruang bagi aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini. Ia meminta masyarakat bisa kondusif dalam mengawal kasus ini.

"Ketiga, mohon kepada masyarakat untuk tetap tenang menyegarkan masalah ini kepada pihak yang berwenang agar diusut secara tuntas berdasarkan hukum yang berlaku," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2