PPP Tanggapi Isu Jaksa Agung Diganti: Kata Presiden Belum Ada Reshuffle

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 04:34 WIB
Arsul Sani
Foto: Arsul Sani (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Politikus PDIP di Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengembuskan isu curriculum vitae (CV) calon pengganti Jaksa Agung (JA) Sanitiar Burhanuddin beredar di Sekretariat Negara (Setneg). PPP menilai hal itu biasa terjadi dan tak perlu dihebohkan.

"Kalau soal CV beredar di lingkungan Istana itu hal yang biasa terjadi dari zaman dulu, terlebih-lebih begitu ada isu reshuffle anggota kabinet. Jadi kalau pun ada CV beredar termasuk yang pengen dipercaya oleh Presiden untuk jadi JA, maka itu hal yang tidak perlu dihebohkan," kata Sekjen PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020) malam.

PPP yang tergabung dalam koalisi pemerintah lebih berpegang kepada ucapan Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno. PPP meyakini belum ada rencana reshuffle kabinet.

"Namun sebagai sekjen dari partai koalisi pemerintahan bisa saya sampaikan bahwa sebaiknya kita berpegang pada apa yang sudah dikemukakan oleh Presiden maupun Mensesneg, yakni belum akan ada reshuffle kabinet," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Diketahui, posisi jaksa agung sendiri masuk dalam kabinet Jokowi. Oleh sebab itu, Arsul meyakini belum ada rencana pergantian jaksa agung.

"Nah ini artinya karena JA itu juga anggota kabinet maka apa yang disampaikan oleh Presiden ataupun Mensesneg bisa dimaknai bahwa belum ada rencana penggantian JA," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2