Kejagung Tunggu Penyidikan soal Cleaning Service Tajir di Kasus Kebakaran

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 13:16 WIB
Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam. Seusai api dapat dipadamkan, puing-puing bekas kebakaran pun berserakan di lantai.
Kebakaran di gedung utama Kejagung, Jakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjawab isu cleaning service 'tajir' yang diduga memiliki rekening ratusan juta rupiah di kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Kejagung menyebut hal itu masih dalam tahap penyidikan.

"Ini proses penyidikan, apakah itu ada kaitannya, nanti tentu penyidik yang akan melakukan penyelidikan. Tetapi perlu diingat bahwa nama, kemudian jumlah rekening yang ada pada seseorang, itu dilindungi oleh undang-undang. Jadi di dalam UU Perbankan tidak boleh menyebutkan nama dan jumlah rekening orang itu karena itu termasuk rahasia bank," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020).

"Oleh karena itu, mari kita tunggu hasil penyidikannya seperti apa, apakah itu nanti ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang disidik ataukah itu hanya pengembangan daripada proses penyidikan itu," imbuhnya.

Kejagung menyebut ada dua kemungkinan status kerja si cleaning service tersebut. Pertama, bisa saja dia bernaung di perusahaan yang dikontrak Kejagung atau dari pihak Kejagung yang memberikan honor kepada si cleaning service ini.

"Tim JPU, tim penyidik sudah terkomunikasi dengan adanya SPDP. Artinya apa, ini yang ditanyakan seorang office boy, seorang office boy ini melakukan pekerjaannya di kejaksaan itu ada dua, bisa jadi dia merupakan karyawan sebuah perusahaan yang memang dia bekerja untuk cleaning service, artinya dia berada di bawah satu perusahaan yang kontrak dengan kejaksaan. Yang kedua, memang ada seorang cleaning service yang diberi honor oleh kami," tuturnya.

Hari kemudian menjelaskan terkait dengan mantan Jaksa Agung Muda (JAM) yang diduga selalu mendampingi cleaning service saat pemeriksaan polisi. Hari memberikan penjelasan bahwa orang itu adalah pengamanan sumber daya organisasi atau biasa disebut PAM SDO.

"PAM SDO ini tidak melekat pada siapa pun pejabat terdahulu. Artinya, ketika pejabat terdahulu sudah berganti dengan jabatan yang sekarang, PAM SDO ini mendapat perintah dari pejabat atau atasan yang bersangkutan untuk selalu memposisikan sebagai pengamanan sumber daya organisasi," ucapnya.

Hari membantah PAM SDO ini melakukan pendampingan saat pemeriksaan. Akan tetapi, kata Hari, hal ini untuk memperlancar pemeriksaan sehingga tidak ada gangguan di dalamnya.

"Dalam arti apa, tidak mendampingi yang diperiksa, tetapi mempunyai fungsi pengamanan agar pemeriksaan itu bisa berjalan lancar tidak ada gangguan kemudian apa yang dibutuhkan. Itu mereka melakukan kegiatan yang dalam hal ini bukan tergantung kepada pejabat terdahulu, dia melaksanakan tugas sekali lagi berdasarkan perintah. Itu namanya pengamanan sumber daya organisasi," jelas Hari.