Video Dua Pria Sukabumi Dikeroyok Massa Viral, Ini Imbauan Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 01:55 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif (Syahdan/detikcom)
Foto: Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif (Syahdan/detikcom)
Sukabumi -

Video dua orang pria kembar dikeroyok massa di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi viral di aplikasi perpesanan. Mereka dikeroyok karena dianggap bersikap kurang sopan saat bertamu untuk berobat ke seorang ustaz.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif berharap video itu tidak dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi situasi. Ia meminta warga untuk mengecek kebenaran sebuah informasi sebelum menyebarkannya.

"Imbauan kepada masyarakat tidak ada lagi berita yang simpang siur atau masyarakat mempercayai begitu saja berita yang belum dipastikan kebenarannya. Kita cross check dulu jangan sampai nanti ada hal yang tidak diinginkan, karena beritanya salah sehingga reaksinya pun salah," kata Lukman kepada detikcom, Rabu (30/8/2020) malam.

Lukman lantas memaparkan peristiwa tersebut secara utuh, dua pria kembar itu diketahui bernama Yaman dan Yamin keduanya berusia 26 tahun. Mereka sengaja datang ke lokasi untuk mencari ustaz yang bisa melakukan pengobatan alternatif.

"Adapun awalnya dua orang pemuda tersebut datang ke daerah Kampung Susukan RT 002 RW 007 Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda dan mencari ustaz yang bisa mengobati yang ada di lingkungan tersebut, kemudian diarahkan oleh warga sekitar ke rumah Ustaz Engkus yang mana memang dikenal bisa mengobati," kata Lukman.

Sesampainya di kediaman ustaz tersebut, kedua orang itu kemudian masuk ke rumah ustaz diantarkan oleh seorang warga yang juga ketua DKM masjid setempat. Saat itu ustaz yang dimaksud tidak ada ditempat. Perselisihan kemudian terjadi, saat warga menanyakan maksud dan tujuan kedua pria tersebut.

"Saat ditanya oleh warga tujuan dan maksud dua orang tersebut menemui Ustaz Engkus, mereka menjawab dengan nada dan kata-kata yang tidak enak, setelah itu karena merasa curiga dua orang tersebut dibawa keluar rumah dan datang santri dan ditanyakan kembali namun dua orang tersebut menjawab dengan kata yang tidak enak," lanjut Lukman.

Saat itu kedua pria itu memilih pergi, saat diikuti mereka malah lari dan membuat warga dan santri di sekitar lokasi mengejar dan mengamankannya di pesantren Al-Muhtadin dan menghubungi pihak Kepolisian Sektor Parungkuda untuk ditindak lanjuti.

"Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan, anggota kita juga tiba dan meredam situasi di tempat tersebut. Terkait video yang beredar saya imbau, mari sama-sama melihat suatu kejadian secara utuh ketika saat ini sedang sensitif ada berita yang kurang pas jangan sampai dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu," pungkas Lukman.

Dilihat detikcom dari dua video yang beredar, video pertama berdurasi sekitar 31 detik dan video kedua 35 detik. Video pertama hanya memperlihatkan kerumunan dan teriakan warga dan video kedua memperlihatkan seseorang hanya mengenakan celana dalam dipegangi oleh beberapa orang, terdengar juga teriakan meminta pria tersebut tidak dipukuli dan cukup diikat.

(sya/isa)