Kembar di Sukabumi Dikeroyok Saat Cari Ustaz Gegara Bilang 'Cicing Sia!'

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 23:49 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Sukabumi -

Dua pria kembar dikeroyok massa saat sedang mencari ustaz untuk berobat di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Saat ini dua orang pelaku sudah diamankan di Mapolres Sukabumi.

Informasi dari saksi, kedua pria tersebut sempat melontarkan kalimat kasar usai ditanya soal alamat yang dituju. Kalimat 'cicing sia' yang berarti diam kamu diteriakkan keduanya kepada warga yang akhirnya memicu kemarahan sejumlah pemuda di kampung tersebut.

"Saya mau masuk masjid, dia nanya ustaz yang bisa mengobati. Kemudian dia bertanya lagi menanyakan salah satu ustaz yang bisa mengobati penyakit yang mereka derita. Lalu saya antar ke rumah ustaz, kebetulan, pemikiran saya di sini memang ada ustaz yang bisa mengobati," kata salah seorang warga, Dudi Supriyadi, kepada detikcom, Rabu (30/9/2020).

Tiba di kediaman rumah ustaz yang dimaksud, ternyata ustaz tersebut tidak berada di tempat. Sampai kemudian Dudi terlibat percakapan dengan keduanya. Saat itulah terlontar kalimat yang disebut Dudi kasar.

"Sampai di sana pak ustaznya tidak ada di rumah, lalu terjadi dialog antara saya dengan pelaku di situlah pelaku mengeluarkan kata-kata kasar kepada saya. Pemikiran saya berubah, ini tamu sepertinya kok seperti ini bahasanya. Saya tanya, 'Dari mana?'. Dia jawab, 'Dari Warungceri'. Ketika saya tanya lagi, dia jawab, 'cicing sia', ke saya seperti itu bahasanya," ungkap Dudi.

Dudi lalu mengajak kedua pria itu keluar dari rumah ustaz karena merasa ada yang janggal. Ternyata di luar rumah ustaz tersebut sudah berkumpul pemuda. Saat ditanya oleh para pemuda, pria itu kembali melontarkan kalimat yang sama dengan nada seolah membentak.

"Saya ajak keluar, karena ada keganjilan, kejanggalan, di luar sudah ada pemuda yang sama menanyakan identitas dia. Kembali dia melontarkan kata kasar seperti tadi. Pemuda tersulut emosi, pelaku berjalan meninggalkan lokasi, diikuti oleh pemuda. Si pelaku lari, terjadi kejar-kejaran sampai terjadi pemukulan," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2