Dorong Paslon Ikut Tekan Kasus Corona, Polda NTB Buat Lomba Kampanye Sehat

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 21:44 WIB
Polda NTB menggelar lomba Kampanye Sehat Pilkada Serentak 2020
Foto: Polda NTB menggelar lomba Kampanye Sehat Pilkada Serentak 2020 (dok. istimewa)
Mataram -

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya mencegah munculnya klaster kasus positif Corona (COVID-19) dari kegiatan kampanye Pilkada Serentak 2020. Polda NTB menggelar lomba Kampanye Sehat.

"Ada banyak cara kampanye yang lebih sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Mau tak mau harus dilakukan cara kreatif. Nekat memaksakan kampanye model lama dengan dasar kerumunan bisa terkena sanksi," ujar Kapolda NTB, Irjen Mohammad Iqbal, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020).

Iqbal menerangkan lomba Kampanye Sehat diharapkan mendorong para pasangan calon (paslon) kreatif. Iqbal menegaskan tak ada niat pihaknya membatasi strategi para paslon untuk menang, namun semua cara harus sesuai protokol kesehatan sesuai peraturan KPU (PKPU) dan Maklumat Kapolri.

"Paslon silakan 'bertarung' secara sehat, mengerahkan semua strategi pemenangannya, tapi harus terus diingat apa yang diatur di PKPU dan bunyi Maklumat Kapolri," imbuh Iqbal.

Lomba Kampanye Sehat ini juga melibatkan perwakilan masyarakat, KPU, Bawaslu, dan TNI. Merekalah, sambung Iqbal, yang akan menilai siapa paslon yang paling kreatif dan patuh terhadap protokol kesehatan.

"Penilaian dalam lomba ini dilakukan pengamatan secara diam-diam ke lokasi-lokasi dan waktu kampanye dari semua paslon dan perekaman secara visual di tempat pelaksanaan kampanye tersebut. Hadiah pemenang berupa trofi dan uang pembinaan yang diserahkan di KPU Provinsi NTB dengan tema 'KPU AWARDS'. Lomba berakhir di bulan Desember," tutur Iqbal.

"Bahwa lomba Kampanye Sehat ini adalah sebuah konsep penghargaan dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah dan TNI-Polri terhadap ide, inovasi, dan kreatifitas paslon dalam berkampanye yang berorientasi patuh akan protokol kesehatan COVID-19 sehingga paslon pemenang diumumkan seusai coblosan, agar tidak ada nuansa politis dari lomba ini. Karena ini memang murni upaya kami bersama untuk mencegah terjadinya klaster baru," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2