Penyidik KPK Panggil 5 Saksi Terkait Kasus Korupsi RTH Bandung

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 11:46 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil lima orang saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012. Mereka dipanggil menjadi saksi untuk tersangka Dadang Suganda (DS).

"Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DS," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Lima orang saksi kali ini ada yang bekerja sebagai pegawai swasta hingga pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Bandung. Adu juga 2 orang saksi yang status pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga (IRT).

Pegawai swasta itu yakni bernama Diki Afandi, dan Hasbullah. Sedangkan saksi bernama Irman bekerja sebagai PNS bagian pemerintahan Setda Kota Bandung. Dan, dua IRT itu bernama Novia Betesda Siahaan dan Amanda Ayudhia.

Dadang ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menjadi makelar tanah untuk pengadaan RTH Kota Bandung. Ia menjadi makelar bersama eks anggota DPRD Kota Bandung Kadar Slamet. Dadang dijerat dalam pengembangan kasus.

Menurut KPK, Dadang memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Edi Siswadi, yang saat itu merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Edi kemudian memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah Pemkot Bandung saat itu, Herry Nurhayat, membantu Dadang dalam pengadaan tanah untuk RTH itu.

"Setelah tanah tersedia, Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar pada DGS (Dadang Suganda). Namun DGS hanya memberikan Rp 13,5 miliar kepada pemilik tanah sehingga diduga DGS diperkaya sekitar Rp 30 miliar," ujar Kabiro Humas KPK Febri dalam konferensi pers di kantornya Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

(fas/maa)