Periksa Eks Pejabat Pemkot, KPK Dalami Dugaan Proyek Selain RTH Bandung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 22:45 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta -

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kasi Sertifikasi dan Dokumentasi DPKAD Pemkot Bandung, Hermawan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012. Dia diperiksa sebagai saksi untuk Dadang Suganda.

"Hermawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DS (Dadang Suganda)," kata PLT Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Ali mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali lebih dalam informasi dari Hermawan. Penyidik mendalami adanya dugaan proyek lain selain RTH yang dikerjakan Dadang.

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi mengenai adanya proyek-proyek lain selain RTH yang diduga dikerjakan oleh tersangka DS," ujarnya.

Sebelumnya, Dadang ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menjadi makelar tanah untuk pengadaan RTH Kota Bandung. Ia menjadi makelar bersama eks anggota DPRD Kota Bandung Kadar Slamet. Dadang dijerat dalam pengembangan kasus.

Menurut KPK, Dadang memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Edi Siswadi, yang saat itu merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Edi kemudian memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah Pemkot Bandung saat itu, Herry Nurhayat, membantu Dadang dalam pengadaan tanah untuk RTH itu.

"Setelah tanah tersedia, Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar pada DGS (Dadang Suganda). Namun DGS hanya memberikan Rp 13,5 miliar kepada pemilik tanah sehingga diduga DGS diperkaya sekitar Rp 30 miliar," ujar eks Kabiro Humas KPK Febri dalam konferensi pers di kantornya Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

(idn/idn)