Jokowi Ungkap Data Kematian Corona RI Tinggi, PDIP: Pengingat Kita Semua

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 08:17 WIB
Layar memperlihatkan Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya  pada Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/wpa/aww.
Foto: Antara Foto/Kemenlu
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan persentase kematian akibat virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Sri Rahayu menyebut ungkapan Jokowi tersebut sebetulnya sebagai bentuk pengingat kepada masyarakat.

"Sebagai kepala negara beliau sampaikan ke kita semua untuk kita hati hati juga, dalam arti bagaimana hati hati termasuk kita gimana mencegah, gimana kita menghadapi, gimana kita menangani, termasuk bagaimana menyembuhkannya. Itu kan juga sebagai bentuk pengingat kepada kita semua, bukan sekadar ingatkan jumlah kematian tinggi dan sebagainya tetapi juga ingatkan bagaimana kita semua masyarakat Indonesia bahwa Corona itu ada, kita harus waspada," kata Sri saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Sri lalu menceritakan bagaimana masyarakat selama ini menanyakan soal Corona kepada dirinya. Menurutnya, sebagian besar masyarakat belum percaya Corona itu ada di Indonesia.

"Masyarakat ini yang telepon pada saya sampaikan juga 'Corona ini nggak ada', kan begitu, 'ini buatan', itu masih ada, dari pagi telepon ke saya juga begitu ngomongnya, 'nggak ada ini Corona' katanya begitu, padahal kenyataannya ada, itu kan juga sebagai bentuk pengingat kepada kita semua," ucapnya.

Sri juga mengatakan memang masih ada beberapa kekurangan terkait pelayanan kesehatan. Meski demikian, menurutnya, pemerintah sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk merawat pasien Corona.

"Kalau dengan kerja yang sudah dilaksanakan Kemenkes, dan Gugus Tugas dibentuk kan kerjanya sudah berupaya semaksimal mungkin menangani, kalau sana sini ada kekurangan ya sudah pastilah. Nah artinya yang sebelumnya memang bisa diobati dengan entah rawat inap, rawat jalan sebelumnya kemudian bisa, meski belum sembuh total yang namanya jantung tidak bisa sembuh total, tetap pemeliharaan kesehatan harus jalan, lalu dipicu dengan Corona virus ini kan yang menyerang pernapasan pada akhirnya mempengaruhi kesehatan yang lain yang memicu untuk semakin parahnya akibat Corona. Pemerintah sudah berupaya sepenuhnya untuk hal tersebut," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9).

(maa/gbr)