Round-Up

Akhir Kasus Penghinaan Ahok Berujung Pencabutan Laporan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 07:00 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Ahok resmi cabut laporan soal pencemaran nama baik pada Senin 28 September. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kasus pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi serta keluarga, memasuki babak baru. Ahok akhirnya mencabut laporannya di Polda Metro Jaya setelah kasus berdamai dengan kedua tersangka, EJ (67) dan KS (47).

Ahok mencabut laporannya itu secara resmi pada Senin 28 September 2020 kemarin. Pencabutan laporan dikuasakan kepada pengacaranya, Ahmad Ramzy dan Abud selaku pelapor.

Sebelumnya, Ahok menyampaikan bahwa ia memutuskan untuk mencabut laporannya itu setelah kedua tersangka meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Salah satu pertimbangan Ahok mencabut laporan tersebut, karena kedua tersangka sudah lanjut usia.

"(Tersangka) sudah tua dan sudah sadar salah saja. Kasihan," kata Ahok ketika dihubungi detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Setelah berkonsultasi dengan penyidik pada Jumat (25/9), pengacara akhirnya secara resmi mencabut laporan tersebut pada Senin (28/9). Kasus itu sendiri dilaporkan oleh Ramzy pada tanggal 17 Mei 2020.

"Alhamdulillah hari ini kita secara resmi telah mencabut laporan polisi yang saya buat pada tanggal 17 Mei 2020 dan sudah saya tanda tangani pencabutan laporan polisinya," jelas Ahmad Ramzy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Kasus tersebut memang dilaporkan oleh Ahmad Ramzy selaku kuasa hukum Ahok. Dalam kasus itu, Ahok sebagai korban.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4