Round-Up

Ancang-ancang Biaya Swab Test Mandiri Tak Sampai Sejuta

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 06:02 WIB
Coronavirus 2019-nCoV Sample. New Epidemic Corona Virus. Corona virus outbreaking. Corona Virus in Lab. Scientist hold tube with Test with the Virus Name Coronavirus. sputum examination
Ilustrasi swab test. (Foto: iStock)
Jakarta -

Biaya tes usap (swab test) COVID-19 yang rata-rata di angka Rp 1 juta lebih dinilai tidak terjangkau oleh semua kalangan. Desakan agar harga swab test lebih murah pun bermunculan. Mungkinkah?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menekankan swab test perlu dilakukan guna membantu pengendalian penyebaran COVID-19, termasuk swab tes yang Dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Menurut dia, bila masyarakat punya kesadaran untuk mengetes dirinya, maka pelacakan, penanganan, dan perawatan kasus COVID-19 bakal lebih efektif.

"Kesadaran untuk tes mandiri ini perlu. Kalau dia memiliki kesadaran dan dia mampu, maka dia akan membentengi diri dan sekitarnya," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih, kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Orang yang tahu bahwa dirinya positif COVID-19 akan membentengi diri supaya dia tidak menularkan virus Corona ke orang di sekitarnya. Orang ini nantinya bakal mendorong orang-orang di sekitarnya untuk tes juga, misalnya anak, istri, keluarga, atau koleganya.

"Dengan demikian, maka contact tracing akan meluas secara mandiri," kata Daeng.

Namun, Faqih mengatakan tak semua orang mampu membayar tes tersebut.

"Karena tes itu berbiaya, maka biasanya hanya masyarakat yang mampu dan yang 'well educated' yang melakukan tes mandiri," kata Faqih kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Faqih mengungkapkan harga tes PCR di rumah sakit rata-rata sekitar Rp 1 juta lebih. Masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi bakal kesulitan mengaksesnya.

Bila mau terjangkau semua kalangan, menurut dia, harga swab test pun harus ditekan.

IDI punya ide. Alat-alat yang menunjang tes polymerase chain reaction (PCR) perlu diproduksi di dalam negeri. Bila alat-alat itu diproduksi di dalam negeri, harga tes bisa lebih murah.

"Seperti cartridge (untuk tes) harus diproduksi di dalam negeri untuk menekan harga tes," kata Daeng.

Simak juga video 'Alasan Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan Versi BPS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2