Kepala BNPT: Pesantren Garda Terdepan Cegah Radikalisme dan Terorisme

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 00:25 WIB
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren se-Sullsel (dok. BNPT)
Foto: Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren se-Sullsel (dok. BNPT)
Makassar -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren (ponpes) se-Sulawesi Selatan (Sulsel). Komjen Boy mengatakan ponpes punya peran besar dalam memperkuat semangat kebangsaan.

Dia menilai pesantren sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya melahirkan santri yang menguasai ilmu agama, namun juga melahirkan para pejuang bangsa yang ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara seperti yang dilakukan beberapa pahlawan yang juga menempuh pendidikannya di ponpes. Tidak hanya itu, peran pesantren sebagai lembaga dakwah (syiar agama) Islam mengajarkan Islam dengan damai.

Ponpes dinilai sebagai benteng pertahanan Islam dari ideologi ekstremisme yang dapat mengembangkan serta menyebarkan pesan perdamaian, persatuan, dan toleransi di masyarakat. Oleh karena itu, santri sebagai salah satu generasi penerus bangsa, mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikal intoleran yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya.

"Munculnya radikalisme dan aksi terorisme salah satunya berasal dari pemahaman keagamaan yang sempit dan tekstualis yang seringkali terlepas dari konteksnya. Selain kedua peran tersebut, peran utama pesantren juga sebagai garda terdepan dalam mencegah paham radikalisme dan terorisme, hal inilah yang mendorong BNPT untuk mencegah munculnya sikap dan perilaku intoleran, serta munculnya paham ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila," tutur Komjen Boy Rafli, Senin (28/9/2020).

Dia mengatakan BNPT sesuai amanat negara perlu menyebarkan wawasan kebangsaan serta rasa cinta tanah yang lebih menyeluruh termasuk ke dalam lingkungan pondok pesantren. Upaya pencegahan yang dilakukan BNPT yakni dengan melalui Kesiapsiagaan Nasional, Kontraradikalisasi, dan Deradikalisasi.

Dia mengatakan BNPT juga terus membangun ukhuwah dengan terus bersilaturahmi dan sinergi dengan pimpinan ponpes di seluruh Indonesia. Hal ini tentunya merupakan bagian dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme di lingkungan pendidikan khususnya ponpes agar di masa yang akan datang generasi penerus bangsa ini memiliki daya tangkal yang kuat agar terhindar dari propaganda penyebaran paham radikal terorisme.

"Pondok Pesantren merupakan learning pendidikan yang sangat penting untuk dapat membangun sinergisitas jadi sinergi kita bukan dengan ponpes saja dengan perguruan tinggi dengan sekolah-sekolah formal yang selama ini kita jalankan karena BNPT memandang penting kesiapsiagaan secara kolektif oleh bangsa ini dalam mengantisipasi kejahatan terorisme yang harus kita redupkan," ujar Komjen Boy.

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren se-Sullsel (dok. BNPT)Kepala BNPT, menilai pondok pesantren punya peran penting dalam memperkuat semangat kebangsaan (dok. BNPT)

Acara silaturahmi dengan pimpinan ponpes se-Sulsel bertema "Peran dan Eksistensi Pondok Pesantren dalam Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia" ini diselenggarakan di Masjid Islamic Center Tanassang Sinjai, Senin (28/9). Acara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, A Sudirman Sulaiman, berharap kedatangan BNPT ke Kabupaten Sinjai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya pemahaman radikalisme dan aksi terorisme.

"Perlu dipahami ini merupakan kerja sama bersama untuk mendeteksi munculnya paham-paham radikalisme yang ada di tengah masyarakat, dalam hal ini kewaspadaan lebih didominasi oleh timbulnya pembelajaran agama yang salah, padahal faktor munculnya radikalisme tidak hanya karena agama, namun faktor ekonomi, pendidikan, dan pemahaman ideologi yang salah juga menjadi faktor munculnya paham paham radikalisme," kata Sudirman.

Sedangkan Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, berharap silaturahmi ini bisa menjadi ajang koordinasi yang baik untuk mengembangkan pendidikan di ponpes dengan menjunjung tinggi rasa nasionalisme.

"Suasana kebersamaan seperti ini senantiasa terbina dengan baik dan menjadi motivasi, semangat dan tekad dalam bingkai silaturrahmi antar pondok pesantren di Sulawesi Selatan. Tak lain momentum ini adalah untuk menyatukan persepsi para pimpinan pondok pesantren di Sulawesi Selatan tentang pentingnya menjaga keutuhan negara," kata Andi Seto.

Dalam acara ini turut diikuti Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris; Kasubdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi BNPT, Kolonel (Sus) Solihuddin Nasution; Wakil Bupati Sinjai Hj. Andi Kartini Ottong; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan; Dandim 1424 Sinjai; serta para pimpinan Ponpes se-Sulsel.

(jbr/gbr)