Lengkap, Ini Jawaban Tegas Silvany Pasaribu untuk Vanuatu di Sidang PBB

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:33 WIB
Diplomat RI di PBB, Silvany Austin Pasaribu membantah Vanuatu soal Papua (Dok. Youtube PBB)
Diplomat RI di PBB, Silvany Austin Pasaribu, membantah Vanuatu soal Papua. (Dok. YouTube PBB)
Jakarta -

Vanuatu lagi-lagi mengusik Indonesia dengan mengungkit isu pelanggaran HAM di Papua. Diplomat perwakilan Indonesia, Silvany Austin Pasaribu memberikan jawaban tegas di Sidang Majelis Umum PBB. Berikut ini pidato lengkap Silvany.

Mulanya Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman mengungkit soal isu pelanggaran HAM di Papua itu dalam Sidang Majelis Umum PBB. Indonesia kemudian memakai hak jawabnya untuk membantah Vanuatu.

"Saya bingung, bagaimana bisa negara satu ini berusaha mengajarkan negara lain, tapi tidak mengindahkan dan memahami keseluruhan prinsip fundamental Piagam PBB," kata Diplomat perwakilan Indonesia, Silvany Austin Pasaribu, dalam pidatonya di akun YouTube PBB, Minggu (27/9/2020).

Silvany, dengan bahasa Inggris yang fasih, menegaskan bahwa tuduhan Vanuatu itu hal yang memalukan. Vanuatu, menurutnya, terlalu ikut campur urusan Indonesia.

"Ini memalukan, bahwa negara satu ini terus memiliki obsesi tidak sehat yang berlebihan tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau memerintah sendiri," ujarnya tegas.

Berikut ini isi pidato lengkap Silvany di Sidang Majelis Umum PBB ke-75 yang disiarkan di akun YouTube PBB:

Nyonya Presiden, saya angkat bicara untuk menggunakan hak jawab Indonesia atas pernyataan yang dibuat oleh Vanuatu. Sangat memalukan bahwa negara satu ini terus memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau memerintah sendiri.

Terus terang, saya bingung bagaimana mungkin suatu negara mencoba untuk mengajari orang lain sementara kehilangan inti prinsip-prinsip dasar dari Piagam PBB.

Izinkan saya memberi tahu mereka hal-hal berikut, tentang apa yang benar untuk menghormati prinsip-prinsip non-campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dan untuk melakukan apa yang benar. Itu untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara lain.

Jadi, sampai Anda melakukannya, mohon simpan nasihat Anda untuk diri Anda sendiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2