Vanuatu Usik RI di Sidang PBB, DPR Minta Antarnegara Saling Menghormati

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:28 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin
Foto: Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. (Zhacky-detikcom)
Jakarta -

Republik Vanuatu yang lagi-lagi mengungkit soal isu pelanggaran HAM di Papua dalam Sidang Majelis Umum PBB menjadi sorotan wakil rakyat di Senayan. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta Vanuatu menghormati kedaulatan RI.

"Ini untuk yang sudah ke sekian kali dari speaker ataupun pembicaraan-pembicaraan di tingkat internasional, terlebih lagi Perdana Menteri Vanuatu menyampaikan hal ini. Dan ini menjadi catatan kita. Dan kami harapkan juga dari negara-negara sahabat untuk saling menjaga kehormatan dan kedaulatan masing-masing negara, khususnya yang tergabung dalam PBB," kata Azis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Menurut Azis, Vanuatu telah melewati batas dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Azis menegaskan pernyataan Perdana Menteri Vanuatu secara khusus akan menjadi perhatian DPR.

"Ya secara border iya juga, sudah melintas masuk ke wilayah kedaulatan dan kehormatan NKRI, dan untuk itu kami dari parlemen juga menggarisbawahi pernyataan-pernyataan dan sikap yang dilontarkan daripada Perdana Menteri Vanuatu itu," tegasnya.

Selain itu, Azis meminta kedaulatan NKRI tetap dijaga. Politikus Partai Golkar itu menyatakan pihaknya akan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga kehormatan negara.

"Supaya wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kita jaga, dan kita minta seluruh komponen aparatur pemerintah, baik dari pihak Departemen Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri, TNI/Polri, dan DPR men-support langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan NKRI," ujar Azis.

Seperti diketahui, Vanuatu lagi-lagi mengusik Indonesia dengan mengungkit isu pelanggaran HAM di Papua. Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman mengungkit soal isu pelanggaran HAM di Papua itu dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Indonesia kemudian memakai hak jawabnya untuk membantah Vanuatu. Diplomat perwakilan Indonesia, Silvany Austin Pasaribu, membalasnya dengan pernyataan menohok.

"Saya bingung, bagaimana bisa sebuah negara berusaha mengajarkan negara lain, tapi tidak mengindahkan dan memahami keseluruhan prinsip fundamental Piagam PBB," kata Silvany dalam pidatonya di akun Youtube PBB, Minggu (27/9).

Silvany kemudian mengatakan bahwa tuduhan Vanuatu itu hal yang memalukan. Vanuatu, menurutnya, terlalu ikut campur dengan urusan Indonesia.

"Ini memalukan, bahwa suatu negara terus memiliki obsesi tidak sehat yang berlebihan tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau memerintah sendiri," ujarnya tegas.

(azr/aud)