Ini Alasan Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra Dilimpahkan ke Kejari Jaktim

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 16:38 WIB
Kasus surat jalan Djoko Tjandra segera disidangkan. Saat ini jaksa tengah menyusun surat dakwaan untuk perkara itu.
Djoko Tjandra (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polri telah melimpahkan barang bukti dan para tersangka kasus surat jalan Djoko Tjandra ke Kejaksaan Negeri (Jakarta Timur). Jaksa pun membeberkan alasan mengapa perkara ini dilimpahkan ke Kejari Jaktim.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Timur, Yudi Kristiana, mengatakan pelimpahan berkas surat jalan sesuai dengan wilayah hukum peristiwa pidana. Hal ini berdasarkan aturan dalam pasal 84 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Sesuai dengan Pasal 84 KUHAP bahwa yang bersangkutan menggunakan peristiwa pidananya itu terjadi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Jadi regulasinya seperti itu, KUHAP memberikan dasar yang kuat," Kata Yudi dalam jumpa pers, Senin (28/9/2020).

Yudi mengatakan peristiwa pidana yang terjadi dalam perkara surat jalan ini berada di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Untuk pelimpahan penanganan perkaranya pun, sebut Yudi, juga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur sesuai dengan Pasal 84 ayat (4) KUHAP.

"Jadi penggunaannya, peristiwa pidananya terjadi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, yaitu di Halim. Jadi merujuk pada ketentuan Pasal 84 ayat 4 KUHAP, dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pelimpahan penanganan perkaranya itu," tuturnya.

Tersangka dalam surat jalan Djoko Tjandra ialah Djoko Tjandra itu sendiri. Kemudian tersangka berikutnya yang merupakan pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking juga Mantan Karo Korwas PPNS Mabes Polri, Brigjen Prasetijo Utomo.

Tersangka Djoko Tjandra dalam perkara surat jalan disangkakan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun tersangka Anita Dewi Kolopaking disangkakan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ke-1 juncto Pasal 6 ayat (1) KUHP. Dakwaan kedua, Pasal 426 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan dakwaan ketiga Pasal 221 KUHP.

Sementara itu, tersangka Brigjen Prasetijo Utomo disangkakan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 61 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dakwaan kedua, Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, kasus surat jalan Djoko Tjandra segera disidangkan. Saat ini jaksa tengah menyusun surat dakwaan untuk perkara itu.

"Iya (sedang disusun dakwaan)," kata Kasi Pidsus Kejari Jaktim, Milono, melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (28/9).

(gbr/gbr)