Bareskrim Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejari Jaktim

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 11:49 WIB
Bareskrim Polri secara resmi menyerahkan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020) malam. Ia pun kini resmi menjadi penghuni Rutan Salemba.
Djoko Tjandra (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri akan melakukan pelimpahan tahap II berkas dan tersangka kasus surat jalan palsu Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Berkas perkara dan ketiga tersangka yakni Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo Utomo akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur (Jaktim) siang ini.

"Jam 10.30 WIB. Ya (3 tersangka, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dilimpahkan ke Kejari Jaktim)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi, Senin (28/9/2020).

Ferdy menuturkan ada 66 barang bukti yang akan dilimpahkan dari ketiga tersangka. Namun Ferdy tidak merinci secara detail apa saja barang bukti yang akan diserahkan.

"Ada 66 jenis BB (barang bukti) kasus surat palsu dari 3 tersangka," tuturnya.

Pantauan detikcom di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/9) pukul 11.20 WIB ketiga tersangka keluar dari lobi Bareskrim dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Ferdy Sambo. Ketiganya tidak mengeluarkan statement apa pun.

Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking terlihat menggunakan baju tahanan berwarna oranye serta masker. Sedangkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo menggunakan baju seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) cokelat dan bermasker biru.

Ketiganya masuk ke mobil yang berbeda. Djoko Tjandra masuk ke mobil Serena putih, Anita Kolopaking masuk ke mobil Terios putih, sedangkan BJP Prasetijo masuk ke mobil dinas provos.

Sebelumnya, pada Jumat (25/9), Bareskrim Polri menyampaikan berkas perkara kasus surat jalan palsu Joko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU). Tahap II pelimpahan berkas, barang bukti, dan tersangka ke Kejaksaan akan dilakukan Senin depan.

"Dalam kasus surat palsu dengan tersangka BJP PU, Anita Kolopaking dan Joko Chandra, sudah dinyatakan lengkap oleh JPU," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi.

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra, yang merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, mendapat bantuan surat jalan dari Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU). Surat jalan dikeluarkan agar Djoko Tjandra, yang saat itu merupakan buron, bisa keluar dari Indonesia untuk melanjutkan pelariannya lagi ke luar negeri.

Dalam kasus ini, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, terlibat. Sambo menyebut Tahap II pelimpahan berkas akan dilakukan pada 28 September mendatang.

Untuk diketahui, dalam kasus surat jalan palsu dan pelarian Djoko Tjandra, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra sendiri sebagai tersangka. Selain itu, pengacaranya, yakni Anita Kolopaking, dan mantan Karo Kowas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka.

(dhn/dhn)