Tersangka Pelecehan Tulis Gelar Dokter di Baju OK Saat Rapid Test Korban

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 16:10 WIB
Polisi rilis kasus pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta
Foto: Tiara Aliya/detikcom
Jakarta -

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan tersangka EF. Polisi menyebut, tersangka EF mencantumkan gelar dokter pada baju operasi (baju OK, dalam bahasa Belanda operation kamer) saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan bahwa tersangka adalah seorang sarjana kedokteran. Namun tersangka belum layak disebut dokter karena belum melaksanakan uji kompetensi dokter Indonesia (UKDI).

"Karena belum melalui persyaratan yang ada, ini masih dalami juga karena sempat dia menulis di dalam papan namanya, tuh bisa lihat papan namanya (pada baju OK). Dia tulis dokter di situ," ujar Kombes Yusri Yunus kepada saat jumpa pers di Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Senin (28/9/2020).

"Jadi dia sudah nulis 'dokter' padahal belum ada status sebagai dokter. Dia masih sarjana kedokteran karena belum melalui mekanisme daripada UKDI," sambungnya.

Yusri menambahkan, pihaknya masih akan mendalami apakah tersangka melakukan kode etik terkait penggunaan gelar dokter tersebut.

"Ini minimal awal UKDI itu menyatakan bahwa minimal dia dokter setelah lulus dari uji kompetensi dokter Indonesia. Ini akan kita dalami nanti apakah melanggar kode etik tadi kita akan berkoordinasi," tuturnya.

Yusri menjelaskan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait status tersangka pada pelayanan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta itu. Salah satunya dari PT Kimia Farma yang menjadi penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta saat itu.

"Kalau dari PT Kimia Farma menyatakan belum (dokter), dia masih tenaga medis," lanjutnya.

Hal ini diperkuat dengan keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Dari situlah kita telusuri, termasuk juga di universitas di tempat dia kuliah. Hari ini kita dapat keterangan bahwa yang bersangkutan belum dokter, karena belum ada uji kompetensi dokter Indonesia (UKDI) yang dikeluarkan oleh IDI. Jadi belum sah dia jadi dokter, tapi dia adalah sarjana kedokteran. Kalau S.Ked, iya sudah," tandasnya.

Lihat video saat 'Ditangkap! Ini Tampang EF Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)