Bobby Janji Tertibkan PKL di Medan: Selama Ini Seperti Ada Pembiaran

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:44 WIB
Bobby saat kampanye di Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Bobby saat kampanye di Medan. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mendatangi Pasar Kampung Lalang, Medan. Bobby berjanji menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di luar area pasar yang ada di Medan.

Bobby datang ke pasar sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (28/9/2020). Ia terlihat sempat membeli bawang dan jahe merah dari pedagang.

"Jahe merah untuk obat COVID seperti kata Pak Jokowi," kata seorang pedagang, Beru Ginting, kepada Bobby.

Setelah berbincang dengan pedagang, Bobby mengatakan salah satu permasalahan yang dikeluhkan kepadanya adalah banyaknya PKL di luar area pasar. Bobby berjanji akan menertibkan para PKL.

"Ketertiban intinya karena pasar ini kan kita buat di Medan dibuat pakai anggaran. Harusnya anggaran yang sudah keluar itu menyejahterakan para pedagang-pedagang di dalamnya. Bukan tidak tepat sasaran, kita sudah bangun pasarnya, sudah kita buat bagus, tapi yang berdagang bukan di dalam malah di luar. Itu yang harus dirapikan," kata Bobby.

Bobby menilai masalah ketertiban dipicu pembiaran oleh oknum manajemen pasar. Menurutnya, Wali Kota bisa mengambil langkah menegur manajemen jika pasar ini tidak berjalan dengan tertib.

"Masalah ketertiban nomor satu, karena selama ini tidak pernah diperhatikan masalah ketertiban. Banyak sekali keluhan juga bagaimana keterlibatan manajemen di sini seperti ada pembiaran oknum-oknum tertentu dan harusnya itu bisa ditegur langsung karena itu hak prerogatif wali kota dan wakil wali kotanya, bisa menegur para oknum oknum di Medan itu," ujarnya.

Bobby mengaku telah menerima keluhan dari pedagang pasar lewat situs yang mereka buat. Kunjungan ke pasar, katanya, dilakukan untuk mengecek kebenaran laporan dengan situasi di lapangan.

Selain itu, Bobby buka suara soal banyaknya sampah di Medan, khususnya di area pasar. Bobby berjanji memperhatikan persoalan ini.

"Kemarin kita udah sampaikan, soal sampah ini benar harus kita pikirkan bagaimana tempat pembuangan akhir. Kita tahu sama-sama juga dari depan tempat rumah kita misalnya, untuk mengangkutnya belum selesai, itu dulu yang pertama kita selesaikan, bagaimana memindahkan sampah-sampah yang di depan ini bisa diangkut, itu dulu," jelasnya.

(haf/haf)