Bawaslu Nilai Kampanye Hari Kedua di Medan Mulai Tertib Protokol Kesehatan

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 13:22 WIB
Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap
Ketua Bawaslu Medan (Foto: Haris-detikcom)
Medan -

Bawaslu Medan menilai kegiatan kampanye hari kedua yang diikuti para paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan mulai mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Perbaikan terjadi setelah sempat ada sejumlah dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada hari pertama kampanye.

"Ada satu permasalahan juga hasil penilaian kita, yang melaksanakan kegiatan itu rata-rata adalah bukan pasangan calonnya sendiri, tapi mereka diundang ke lokasi itu. Sehingga apa yang kita sampaikan ke pasangan calon tidak dilaksanakan oleh relawan-relawan yang melaksanakan kegiatan. Saya kira di situ dia sebenarnya. Sehingga jumlah masyarakat dalam satu ruangan itu ada batasannya. Kedua, standar protokol itu juga sudah ada ketentuan. Semalam itu kita lihat sudah ada perubahan dan ini hari ketiga juga akan jadi penilaian," ujar Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, di Medan, Senin (28/9/2020).

Payung menyebut dugaan pelanggaran protokol kesehatan terjadi pada kegiatan yang dihadiri para paslon, baik dari kubu Akhyar Nasution-Salman Alfarisi ataupun Bobby Nasution-Aulia Rachman, di hari pertama kampanye. Dia mengatakan dugaan pelanggaran yang terjadi antara lain terkait jumlah peserta kegiatan hingga tidak menjaga jarak.

"Itu adalah berbentuk laporan cepat yang dikirim oleh kawan-kawan Panwas Kecamatan yang di-share di grup kita melalui WA. Memang sampai hari ini, yang menjadi masalah itu terkait pelaksanaan standar protokol kesehatan saat pertemuan. Dugaan pelanggarannya itu dengan komitmen protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan juga jumlah yang hadir dalam satu ruangan itu kan ada batasannya. Itu saja," tuturnya.

Dia kemudian menjelaskan kegiatan kampanye hari pertama dari kubu nomor urut 2, Bobby-Aulia, lebih banyak jika dibandingkan dengan kegiatan kubu nomor urut 1, Akhyar-Salman. Payung berharap dugaan pelanggaran protokol kesehatan tak terulang lagi.

"Sebenarnya secara keseluruhan, hampir semua pasangan calon itu melakukan pelanggaran protokol COVID yang dihadiri oleh masyarakat. Termasuk pelanggaran protokol itu adalah (terkait kewajiban) menjaga jarak, memakai masker dan kerumunan massa, itu yang menjadi masalah. Kegiatan di hari pertama itu sebenarnya kegiatan yang sama-sama diawali pasangan calon, baik nomor 1 dan nomor 2," ujarnya.

(haf/haf)