Gerindra: Ungkap Data Kematian Murni Corona dan yang Disertai Komorbid

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:09 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari.
Putih Sari (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Jakarta -

Partai Gerindra meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan penanganan virus Corona (COVID-19). Pemerintah diminta lebih memprioritaskan fasilitas kesehatan, menyusul tingkat kematian akibat Corona di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia.

"Harus segera evaluasi kebijakan. Prioritas penanganan COVID dari sisi kesehatan harus ditingkatkan, terutama fasilitas kesehatan, karena kita berkejaran dengan waktu dengan meningkatnya jumlah pemeriksaan (testing) COVID-19," kata anggota Komisi IX F-Gerindra Putih Sari kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Tak hanya itu, menurut Putih, pemerintah juga perlu mengungkap data kematian yang murni akibat Corona ataupun dengan penyakit penyerta. Hal itu, menurutnya, akan bisa memperjelas pola pencegahan penularan Corona di masyarakat.

"Pemerintah perlu mengungkapkan dari peningkatan jumlah kematian tersebut, berapa yang murni karena infeksi virus COVID, berapa yang disertai penyakit penyerta (komorbiditas), sehingga jelas seperti apa arah tracing dan dukungan pola pencegahannya di masyarakat," ungkapnya.

Meski demikian, Waketum Partai Gerindra itu menegaskan pemisahan tersebut bisa menjadi acuan langkah pencegahan. Menurut Putih, pemisahan penyebab kematian itu bukan berarti tidak mendatanya dalam kasus kematian akibat Corona.

"Memisahkan bukan berarti tidak mendata sebagai bagian dari kematian COVID. Memisahkan sebagai acuan langkah pencegahan dan perawatan selanjutnya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9).

(azr/gbr)