Kematian Akibat Corona RI di Atas Global, PAN Soroti Kurangnya Tenaga Medis

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 14:44 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR periode 2014-2019 Saleh Partaonan Daulay
Saleh Daulay (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan persentase kematian akibat virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay menyoroti ketersediaan alat kesehatan serta jumlah tenaga medis yang menangani pasien Corona.

"Nah ya mungkin saja ini juga terkait dengan ketersediaan alat sarana prasarana dan juga tenaga medis kita," kata Saleh Daulay saat dihubungi pada Senin (28/9/2020).

Saleh menilai tidak semua rumah sakit rujukan COVID-19 memiliki standar yang sama terkait pengadaan fasilitas kesehatan. Bahkan, menurutnya, Indonesia masih kekurangan tenaga medis ataupun dokter spesialis.

"Nah itu kan tidak semuanya standar (sama) memang. Ada yang kelengkapan alatnya belum mencukupi. Kemungkinan ruang isolasinya tidak standar. Bahkan ada juga yang tenaga medisnya nggak ada, katakanlah dokter spesialisnya nggak ada. Katakanlah dokter paru spesialisnya nggak ada, dan sebagainya. Padahal ini kan sangat erat kaitannya dengan dokter spesialis paru itu," ujar Saleh.

Menurut Saleh, keberadaan dokter spesialis sangat penting guna mengantisipasi jumlah kematian pasien Corona. Sebab, ia menilai banyak pasien komorbid yang berpotensi lebih tinggi meninggal akibat COVID-19

"Memang dokter spesialis itu apapun bentuk dan jenisnya sangat dibutuhkan dalam penanganan COVID ini. Karena berdasarkan riset yang dilakukan bahwa mereka yang jadi korban meninggal itu rata-rata memiliki penyakit bawaan sehingga tingkat imunitas tubuhnya itu lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit bawaan," jelas Saleh.

Plt Ketua Fraksi PAN ini menilai pemerintah perlu memprioritaskan ketersediaan tenaga medis di rumah sakit rujukan COVID-19. Saleh menyebut mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.

"Sangat perlu (dalam menekan jumlah kematian). Saya kira bisa jadi prioritas itu," ucapnya.

"Jadi karena itu ya itu menjadi penting untuk kelengkapan rumah sakit yang menjadi rujukan itu dan juga menyiapkan tenaga medisnya, sumber daya manusianya, baik dokter, dokter spesialis dan juga perawat," imbuh Saleh.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9).

(hel/elz)