Keroyok Tersangka Pemerkosa Anak Kandung, 17 Tahanan Kini Dipisah Selnya

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 16:34 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara. (Andi Saputra/detikcom)
Medan -

Buntut pengeroyokan pada seorang tersangka kasus pemerkosaan anak kandung, polisi memisahkan lokasi penahanan 17 tahanan di Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Ketujuh belas tahanan itu diduga sebagai pelaku pengeroyokan tersangka berinisial TS itu hingga akhirnya tewas.

"Untuk sementara dipisah," kata Kasubbag Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Sofyan, Minggu (27/9/2020).

Sofyan mengatakan pihaknya masih memeriksa para tahanan terkait kasus pengeroyokan ini. Kasus ini disebut masih dalam proses penyelidikan.

"Masih dalam penyelidikan," ujarnya.

TS dikeroyok karena para tahanan lain kesal melihat TS yang memperkosa anak kandungnya sendiri. TS dikeroyok oleh 17 tahanan lain dengan menggunakan tangan.

"Pakai tangan kosong, kan satu sel mereka dengan korban," jelasnya.

Sebelumnya, TS ditangkap karena diduga mencabuli anak kandung sendiri. Sebelum ditangkap, TS sempat diamuk massa.

"Bahwa pada hari Jumat (25/9) sekitar pukul 13.30 WIB, masyarakat menghakimi tersangka TS diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap putri kandungnya sehingga diamankan kepala desa," tutur Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang.

TS setelahnya ditahan di Polres Sergai dengan status tersangka. Dia dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Dilakukan penahanan terhadap tersangka di RTP Polres Sergai. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2), (3) Jo Pasal 76 D Subs Pasal 82 ayat (1)-(2) Jo Pasal 76 E dari UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak," ujar Robinson.

Namun pada Sabtu (26/9) pukul 00.40 WIB, terjadi keributan di sel tahanan tempat TS berada. Salah satu tahanan melapor kepada petugas bahwa tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak.

"Tersangka kemudian dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan, namun sekitar pukul 06.10 WIB nyawa tersangka tidak tertolong lagi dan meninggal dunia selanjutnya diautopsi di RS Bhayangkara Medan," tutur Robinson.

Tonton juga 'Sadis! Bapak dan 3 Anaknya Keroyok Orang hingga Tewas di Jalanan':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)