Round-up

Yang Perlu Diketahui tentang Potensi Tsunami 20 Meter

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 07:49 WIB
Dua alat EWS di Cianjur rusak, BPBD sulit deteksi potensi tsunami
Foto ilustrasi suasana tepi laut selatan Jawa. (Ismet Selamet/detikcom)

4. Gempa megathrust tak melulu gempa besar

Istilah megathrust menimbulkan sensasi kepanikan sendiri. Seolah-olah, megathrust adalah gempa besar yang bakal terjadi. Padahal, megathrust bukanlah gempa besar.

Zona megathrust sebenarnya sekadar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antarlempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa. Jika terjadi gempa, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting).

Peta Megathrust (BMKG)Peta Megathrust (BMKG)

Gempa di zona megathrust juga tidak selalu gempa besar. Di selatan Jawa bahkan belum ada catatan mengenai gempa lebih dari M 9,0 sampai saat ini.

"Justru 'gempa kecil' yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar," kata Daryono.

Dalam buku 'Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia' tahun 2017 disebutkan bahwa di Samudra Hindia selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu:
(1) Segmen Jawa Timur
(2) Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat
(3) Segmen Banten-Selat Sunda

Halaman

(dnu/dnu)