Imbas Tsunami Banyuwangi 1994 Tenggelamkan Satu Dusun di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 18:59 WIB
tsunami di banyuwangi
Tsunami di Banyuwangi (Foto: Istimewa)
Malang -

Gelombang besar air laut menerjang wilayah Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada 1994 silam. Air pasang yang terjadi merupakan imbas dari tsunami yang menerjang Pantai Mustika Pancer, Kabupaten Banyuwangi, saat itu.

Tragedi itu mencatat sejarah pesisir selatan Kabupaten Malang pernah diterjang tsunami hingga memporak-porandakan satu dusun. Pasca tragedi itu, gelombang besar tak lagi menghantam wilayah Malang selatan.

"Kita pernah mengalami kena tsunami, tetapi yang terjadi saat itu adalah imbas tsunami yang terjadi di Pantai Pancer, Banyuwangi. Tahun 1994 kejadiannya," ungkap Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono kepada detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Bagyo tak bisa menggambarkan secara detil bagaimana dampak dari tsunami yang menerjang wilayah Tamban saat itu. Dirinya hanya mendapatkan informasi, bahwa satu dusun di wilayah tersebut tenggelam karena diterjang gelombang besar.

"Saat itu, satu dusun hilang (tenggelam). Tamban waktu itu dikatakan habis karena bencana yang terjadi," beber Bagyo.

Berbekal pengalaman itulah, BPBD Kabupaten Malang dalam melakukan simulasi mengacu kepada potensi terjadinya gempa yang disusul adanya tsunami di pesisir selatan.

"Kita simulasinya, mengacu pada sejarah 1994 itu. Adanya potensi gempa besar yang disusul terjadinya tsunami di pesisir selatan," tutur Bagyo.

Menurut Bagyo, Kabupaten Malang terutama pesisir selatan patut waspada. Untuk terjadi bencana gempa bumi, karena masuk pada wilayah sesar aktif, dimana rentan bertumbukan.

"Tahun kemarin saja, kita mencatat 658 kali terjadinya gempa. Karena wilayah selatan masuk pada sesar aktif rawan terjadi tumbukan hingga menyebabkan patah," bebernya.

Hal menarik diungkap Bagyo adalah sebuah penelitian menemukan adanya pasir laut di kedalaman 3 sampai 4 meter dari permukaan tanah. Jaraknya 500 sampai 1 kilometer dari bibir pantai.

"Pernah teman-teman meneliti, pasir laut ditemukan di kedalaman 3 sampai 4 meter, jaraknya 500 sampai 1 kilometer dari bibir pantai ke daratan. Berarti kan pernah ada tsunami, tetapi itu kapan ? kita belum dapat memastikan," pungkas Bagyo.

(iwd/iwd)