Ini Kondisi Pasar Slipi Jakbar yang Kembali Buka Usai Ada Pedagang Kena Corona

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 09:37 WIB
Situasi di Pasar Slipi Jakarta Barat yang buka kembali hari ini, Jumat (25/9).
Situasi di Pasar Slipi Jakarta Barat yang buka kembali hari ini, Jumat (25/9). (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Pasar Slipi di Kelurahan Kemanggisan, Jakarta Barat (Jakbar), sempat ditutup tiga hari karena ada seorang pedagang terpapar virus Corona (COVID-19). Pasar Slipi kembali dibuka hari ini.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (25/9/2020), sekitar pukul 08.30 WIB, kondisi di Pasar Slipi tampak masih sepi. Terlihat dua aparat TNI dan satpam pasar berjaga di pintu masuk. Namun tidak ada pengecekan suhu tubuh di pintu masuk pasar.

Kios-kios di lantai 1 belum banyak yang buka. Beberapa pedagang terlihat sedang membuka kios dan menata barang dagangannya.

Kios toko emas dan pakaian memang baru buka pada siang hari. Namun ada sejumlah yang belum buka hari ini.

Aktivitas jual-beli sudah terlihat di lantai 2 tempat kios sayuran dan daging. Semua tampak menggunakan masker.

Sementara itu, toko obat milik pedagang yang terpapar COVID-19 masih tutup. Tidak ada tanda khusus yang terpasang di kios tersebut.

Situasi di Pasar Slipi Jakarta Barat yang buka kembali hari ini, Jumat (25/9).Situasi di Pasar Slipi, Jakarta Barat, yang buka kembali hari ini, Jumat (25/9). (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)

Seorang pedagang pakaian, Irawati (20), baru membuka kiosnya setelah 3 hari tutup. Selama tidak berdagang, dia hanya di rumah.

"Iya di rumah saja, nggak cek-cek ke sini soalnya," kata Irawati saat ditemui di Pasar Slipi.

Irawati mengaku penutupan pasar berdampak terhadap penjualannya. Pasar menjadi sepi sehingga pengunjung yang datang sedikit.

"Kayaknya pengaruh banget sih. Sebelum ditutup kan pengaruh banget. Orang yang belinya juga dikit. Sekarang kan baru buka lagi, nggak tahu juga," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Slipi di Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, ditutup selama 3 hari. Penutupan pasar dilakukan menyusul adanya satu orang pedagang yang terkonfirmasi positif Corona.

"Iya betul, (tutup) dari tanggal 22 September sampai hari ini (Kamis, 24/9). Besok (Jumat, 25/9) buka lagi," kata Lurah Kemanggisan Firmansyah saat dihubungi detikcom, Kamis (24/9) kemarin.

"Tetapi untuk pedagang (positif COVID-19) di toko obat itu masih ditutup, karena (pedagangnya) masih di RS Tarakan," katanya.

(azr/azr)