Round-Up

Suara Pedagang dari Pasar Cempaka Putih Jakpus yang Kini Hangus

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 22:11 WIB
Kebakaran terjadi di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus). Para pedagang pun sibuk mengevakuasi barang dagangan mereka, Kamis (24/9).
Pedagang Pasar Cempaka Putih mengevakuasi barang dari kebakaran. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kebakaran pagi tadi. Para pedagang pun menyuarakan kesedihannya karena barang dagangan mereka habis terbakar akibat peristiwa ini.

Kebakaran terjadi pada pukul 08.23 WIB, Kamis (24/9/2020). Petugas pemadam kebakaran mengirimkan 25 unit mobil damkar untuk memadamkan Pasar Cempaka Putih yang berada di Jalan Cempaka Putih XI.

Puluhan petugas damkar berjibaku memadamkan api. Bahkan, warga yang tinggal di sekitar pasar juga ikut membantu proses pemadaman api dengan memegangi selang air atau menyiramkan api dengan air yang ditaruh di ember.

Pintu-pintu kios yang terkunci pun dijebol dengan batang kayu. Setelah dijebol, petugas damkar menyemprotkan air ke dalam kios tersebut.

Kebakaran Pasar Cempaka Putih pagi tadi cukup besar. Hampir seluruh bangunan pasar hangus terbakar. Atap ruko pasar ambruk akibat kebakaran.

"Orang saya lagi tiduran, saya kaget, loncat (saya dengar) teriakan tetangga, 'Bu Joko, Bu Joko, api, api, kebakaran'. Pas saya tengok api sudah di itu, atap. Saya (mau) lari bingung," kata seorang pedagang Pasar Cempaka Putih, Supriati (55), memberikan kesaksian.

Pedagang kelapa ini mengatakan, saat kebakaran terjadi, dia langsung memanggil anaknya yang juga berada di dalam ruko. Setelah itu, mereka berdua pun menyelamatkan diri.

"Saya panggil anak saya, anak saya juga di atas. 'Don turun Don', kebakaran, kata saya. Anak saya turun sampai loncat. 'Selamatin motor aja Don, yang lain biarin'. Api sudah nyamber, selamat saya sama anak saya berdua lari ke depan. Sudah, nggak tahu apa-apa lagi," ungkapnya.

Supriati menjelaskan dia dan anaknya tinggal di dalam ruko pasar. Dari kebakaran ini, lanjutnya, semua pakaian, perabotan rumah, dan barang dagangannya hangus terbakar.

"Nggak ada sisa sama sekali. Habis semua mesinnya (parut kelapa). Mesin (ada) 2 habis (terbakar), nggak ada yang kebawa sama sekali. Itu saya lihat kerangkanya nggak ada itu. Terus anak saya sekolah pun nggak kebawa bajunya. Tahu surat-suratnya," ucap Supriati.

Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat (Jakpus) terbakar, Kamis (24/9/2020). Sebanyak 20 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.Petugas damkar saat memadamkan api di Pasar Cempaka Putih yang terbakar. (Rengga Sancaya/detikcom)

Saat petugas memadamkan api, banyak pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Pedagang berupaya mengevakuasi barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan. Barang dagangan yang diselamatkan seperti beras, mesin parut kelapa, telur, gelas plastik, sayuran, dan timbangan.

Barang dagangan yang dievakuasi ini diletakkan di sisi pasar. Namun banyak juga barang dagangan yang tak berhasil diselamatkan.

Tukino (35), pedagang di Pasar Cempaka Putih, mengatakan kebakaran terjadi karena ada ledakan gas di lapak pemotongan ayam. Setelah gas meledak, kata dia, api merembet ke atap pasar.

"Jarak lapak saya dengan ruko pemotongan ayam cuma jarak 5 kios. Gas itu meledak langsung membakar. Membakarnya itu (ke) atas (ganteng). Cuma (mendengar) sekali (suara ledakan), langsung gede. Ita kompor meledak, (dari) gas," ujar Tukino.

"(Gas meledak di) lapak pemotongan ayam. Dia kan lapak kosongan, gitu lho, nggak pakai rolling (door), kosongan gitu, lapak terbuka. Waktu saya lihat ke sono (asal api), apinya sudah gede, saya kabur lagi. Kita harus selamatin barang soalnya api sudah bakar atas," ungkapnya.

Tukino pun mengungkap hanya sedikit barang dagangannya yang bisa diselamatkan. Pedagang ini pun tidak mengetahui berapa kerugian material yang dia alami.

Selanjutnya
Halaman
1 2