PKB ke Gatot: Silakan Kalau Mau Nyapres, Jangan Tuduh Pihak Lain Pro-PKI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 17:25 WIB
Jazilul Fawaid
Waketum PKB Jazilul Fawaid (Foto: dok. MPR)
Jakarta -

Gatot Nurmantyo menjadi sorotan karena mengaitkan penggantian dirinya sebagai Panglima TNI dengan perintah menonton film G30S/PKI. PKB menilai Gatot hanya menggoreng isu PKI untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) pada 2024.

"Sebagian orang bilang Pak Gatot goreng-goreng isu PKI untuk kepentingan dirinya. Kalau mau nyapres, silakan saja, tanpa harus menuduh pihak lain pro-PKI," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Menurut Jazilul, alasan Gatot mengungkit isu PKI tidak relevan lagi. Di sisi lain, ia juga menegaskan semua pihak tetap harus waspada terhadap ancaman PKI.

"Demikian juga, sudah tidak relevan lagi bahas alasan Pak Gatot diganti, apalagi karena alasan pemutaran film G30S/PKI. Panglima kan bukan ngurusi film saja," tegas Jazilul.

"Hemat saya, G30S/PKI itu peristiwa politik kelam dan menyakitkan. Jas merah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah), kita semua tetap harus ingat dan waspada terhadap ancaman PKI," lanjut dia.

Lebih lanjut Jazilul menilai film G30S/PKI masih perlu diputar. Soal akurasi film tersebut, Wakil Ketua MPR itu menilai film sejarah punya beragam versi.

"(Film G30S/PKI) perlu diputar, tapi tidak harus diwajibkan. Sejarah, apalagi film, tetap ada versinya, demikian juga soal akurasinya. Film itu dibikin zaman Orde Baru, silakan saja kalau ada yang mau bikin lebih akurat," ujarnya.

Tonton video 'Gatot Nurmantyo Klaim Mengetahui Gerakan PKI Sejak 2008':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2