Hasut untuk Menjarah Kompleks Setrasari, Warga Bandung Dibui 7 Bulan

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 15:41 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga warga Bandung, yakni Adang Saleh Maulana (53), Sidik Permana (37), dan Rony Ardy (29). Mereka dinilai terbukti menghasut untuk menjarah perumahan dan kompleks perumahan warga keturunan China di Bandung.

Hal itu terungkap dalam putusan PN Bandung yang dilansir situs Mahkamah Agung (MA), Kamis (24/9/2020). Di mana kasus bermula saat mereka bertiga terlibat percakapan di grup WhatsApp yang diikuti oleh 39 orang pada awal April 2020. Anggota grup WhatsApp semuanya adalah pengemudi ojek online.

"Jadi harus bagaimana dunia usaha ini?" ujar salah seorang anggota grup WhatsApp.

"Belanja linggis, palu, kampak, gergaji, beso. Golok asah yang tajam. Kalau masker udah pasti pada makai," ujar Sidik.

"Ayo, ke wilayah yang mana dulu sekarang beroperasi?" tanya Rony.

"Ujung Berung saja. Habiskan toko emas sama ATM," jawab Sidik.

"Tujuan utama ke perumahan elite saja dulu, ke Setrasari. Hahaha," kata Adang.

"Gas... utamakan China yang memiliki anak perawan," kata Rony.

Percakapan itu tersebar ke medsos sehingga warga khawatir, khususnya warga Tionghoa. Apalagi saat itu kondisi sedang program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Polisi kemudian melacak sumber kegusaran warga dan menangkap ketiganya. Adang-Sidik-Rony lalu diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan tulisan menghasut supaya melakukan suatu perbuatan yang dapat dihukum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ADANG SALEH MAULANA dan RONY ARDY dengan pidana penjara masing-masing selama 6 bulan, sedangkan Terdakwa SIDIK PERMANA dengan pidana penjara selama 7 bulan," ucap ketua majelis Mangapul Girsang dengan anggota Asep Sumirat Danaatmaja dan Benny Eko Supiyadi,

Hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat khususnya etnis China di Kota Bandung. Adapun Sidik Permana sudah pernah dihukum.

"Para Terdakwa mengaku terus terang perbuatannya dan bersikap sopan di persidangan dan menyesali perbuatannya," ucap majelis.

(asp/jbr)