Tok! Aset Miliaran Rupiah Gembong Narkoba Syamsuddin Dirampas Negara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 14:41 WIB
aset syam bandar narkoba
Aset Syam, bandar narkoba (Foto: dok. Antara)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru merampas aset miliaran rupiah milik gembong narkoba Syamsuddin alias Syam untuk negara. Di kasus narkoba, Syamsuddin dihukum penjara seumur hidup.

"Menimbang bahwa meskipun terdakwa dinyatakan bersalah dan harus dijatuhi pidana, karena pada saat ini terdakwa adalah seorang narapidana yang dijatuhi pidana seumur hidup, pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa adalah nihil," demikian bunyi putusan PN Pekanbaru yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (24/9/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Iwan Irawan dengan anggota Estiono dan Mangapul. Syam dinilai terbukti mencuci uang hasil penyelundupan narkoba, yaitu di antaranya:

1. Penyelundupan 10 kg sabu Malaysia-Batam.
2. Penyelundupan 60 kg sabu dan 150 butir pil ekstasi Malaysia-Jakarta.
3. Penyelundupan 10 kg sabu Malaysia-Medan.
4. Penyelundupan 52 kg sabu dan 40 ribu butir pil ekstasi Malaysia-Jakarta.

Berikut daftar aset Syam yang dirampas negara:
1. Satu Toyota Celica.
2. Satu Honda CR-V.
3. Satu Toyota Yaris.
4. Satu Yamaha RX King.
5. Satu sepeda motor Benelli.
6. Enam unit ATV.
7. Dua belas ban sepeda motor.
8. Satu unit rumah dan bangunan seluas 250 M2 di Pekanbaru
9. Uang dalam rekening ratusan juta rupiah.

Sebagaimana diketahui, Syam merupakan bandar besar yang sempat bolak-balik Indonesia-Malaysia. Bahkan, setelah dua kaki tangannya dibekuk pada Agustus 2016, dia sempat kabur ke Malaysia.

Dua tahun kemudian, petugas BNN Riau berhasil melacak kembali Syam saat menjemput sabu-sabu di sebuah pelabuhan tikus di Pekanbaru. Petugas yang mengintainya langsung menangkap Syam.

Syam ditangkap BNN di depan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, pada 18 November 2018. Saat itu, petugas hanya menyita barang bukti berupa 29 gram sabu-sabu. BNN tidak tinggal diam sehingga didapati Syam mengendalikan 98 kg sabu.

Pada 8 Juli 2019, jaksa menuntut Syam dengan hukuman mati. Namun PN Pekanbaru berpikir lain. Majelis yang diketuai Mahyudin dengan anggota Dahlia Panjaitan dan Nurul Hidayah hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Pada 30 Agustus 2019, Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menguatkan hukuman tersebut. Kasus ini masih dalam proses kasasi. BNN bersama Kejaksaan Agung kemudian menjerat Syam dengan kasus pencucian uang.

(asp/knv)