Soal Wacana Damai Hadi Pranoto-Pelapor, Polisi: Proses Hukum Masih Berjalan

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 15:27 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pihak Hadi Pranoto dan Muannas Alaidid membuka wacana damai usai keduanya mengadakan pertemuan di Polda Metro Jaya. Namun, polisi memastikan hingga saat ini proses hukum keduanya masih berjalan.

"Kita belum tahu, ini proses (hukum) masih berjalan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Menurut Yusri, saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus yang melibatkan keduanya. Kasus Hadi Pranoto dan Anji perihal dugaan penyebaran berita bohong yang dilaporkan Muannas Alaidid saat ini telah naik ke tahap penyidikan.

Sementara itu, kasus pencemaran nama baik Muannas Alaidid yang dilaporkan Hadi Pranoto masih dalam tahap penyelidikan dan klarifikasi oleh polisi.

Terkait wacana perdamaian yang dibuka kedua pihak tersebut, Yusri mengaku pihaknya menghargai pilihan tersebut. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui persis terkait wacana perdamaian antara Muannas dan Hadi Pranoto.

"Nanti kita lihat, kita belum tahu itu. Itu kan wacananya mereka, tanya pak siapa itu, tanya pengacaranya (Hadi Pranoto)," jelas Yusri.

Hadi Pranoto dan Muannas Alaidid sempat bertemu di Polda Metro Jaya pada Rabu (23/9) kemarin. Dalam pertemuan itu, Muannas mengungkap adanya ajakan damai dari pihak Hadi pranoto.

"Kalau yang dibahas soal laporan yang berjalan, termasuk laporan kita. Ini saya tanya kan, 'ke situ (Polda Metro Jaya) ngapain?' 'Ini lagi diperiksa lagi laporan ini', 'oh gitu'. 'Terus bisa nggak Bang ada upaya perdamaian?' segala macam, ya kita belum tahu. 'Kalau ada peluang nanti coba dibicarakan', gitu lho, 'memungkinkan atau tidak, ya nantilah kita coba'. Jadi di pertemuan itu ketemu nggak sengaja aja," ungkap Muannas.

Sementara itu, Tonin Singarimbun selaku kuasa hukum Hadi Pranoto mengatakan pihaknya memang tengah mengupayakan damai. Tonin menyebut pihaknya mengharapkan perdamaian agar tidak menimbulkan kegaduhan.

"Jadi dalam kaitan pembicaraan itulah, kemarin bagaimana masing-masing tidak melukai masyarakat karena masyarakat sudah terprovokasi juga. Jadi menuju bagaimana tidak gaduh lagi, kalau tidak gaduh kan damai," jelas Tonin.

Saat ditanya apakah keduanya akan mencabut laporan masing-masing, Tonin mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, kedua belah pihak saat ini berfokus segera menemukan kesepakatan perdamaian terlebih dahulu.

"Yang pasti damai dulu. Damai artinya tidak ada dendam, tidak ada kepentingan yang lain. Kalau cabut laporan perkara itu kan akibat hukumannya, dampaknya ke sana. Kalau sudah ada damai mau apa lagi," jelas Tonin.

(mea/mea)