Pihak Hadi Pranoto Ajak Damai Pelapor, Pengacara: Biar Nggak Gaduh

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 14:04 WIB
Muannas Alaidid bertemu Hadi Pranoto di Polda Metro Jaya
Hadi Pranoto dan Muannas Alaidid bertemu di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Tonin Singarimbun, selaku pengacara Hadi Pranoto membenarkan adanya pertemuan antara kliennya dengan Muannas Alaidid di Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020) kemarin. Tonin juga tidak membantah soal ajakan damai di kasus hoax 'obat Corona' yang dilaporkan Muannas Alaidid, semata-mata agar tidak menimbulkan kegaduhan lagi.

Tonin menjelaskan pertemuan, Hadi Pranoto-Muannas Alaidid yang juga dihadiri dirinya itu merupakan lanjutan dari proses mediasi yang memang tengah dilakukan keduanya saat ini.

"Jadi kami kan mundur sedikit ke sidang perdata di Jakarta Barat yang mengenai Pak Hadi gugat Pak Muannas. Kemarin di hadapan hakim kita mediasi. Dalam mediasi tersebut menuju titik perdamaian. Karena kalau dilihat dari sisi Mas Hadi dan Mas Muannas, saya sebagai pengacara tentu bukan perang yang saya cari, tapi saya pengen damai," kata Tonin ketika dihubungi detikcom, Kamis (24/9).

Menurut Tonin, baik Hadi Pranoto maupun Muannas Alaidid, saat ini sepakat untuk menurunkan perdebatan mengenai 'obat Corona' yang sempat memanas beberapa bulan terakhir.

"Jadi dalam kaitan pembicaraan itulah, kemarin bagaimana masing-masing tidak melukai masyarakat karena masyarakat sudah terprovokasi juga. Jadi menuju bagaimana tidak gaduh lagi, kalau tidak gaduh kan damai," jelas Tonin.

Saat ditanya apakah keduanya akan mencabut laporan masing-masing, Tonin mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, kedua belah pihak saat ini berfokus segera menemukan kesepakatan perdamaian terlebih dahulu.

"Yang pasti damai dulu. Damai artinya tidak ada dendam, tidak ada kepentingan yang lain. Kalau cabut laporan perkara itu kan akibat hukumannya, dampaknya ke sana. Kalau sudah ada damai mau apa lagi," jelas Tonin.

Sebelumnya, Muannas Alaidid menyebutkan bahwa pihak Hadi Pranoto mengajak dirinya untuk berdamai di kasus yang ia laporkan itu.

"Kebetulan hari ini (kemarin, red) saya di Polda, nggak tahu gimana katanya dia (Hadi Pranoto) diperiksa dalam laporan saya. Nah karena dia diperiksa, dia WA (WhatsApp) saya, 'Pak Habib, Pak Habib, bisa ketemu nggak? Saya lagi di Polda juga nih'. Ya sudah saya mampir di situ, ya, ya sudah ketemu, gitu lho," kata Muannas saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020) malam.

Muannas sendiri menegaskan dia tidak akan mencabut laporannya. Muannas yang juga politisi PSI ini mengatakan proses hukumlah yang akan menentukan Hadi Pranoto bersalah atau tidak.

"Kalau dari saya sih, saya nggak bisa (cabut laporan), itu kan bukan delik aduan. Kalau damai, maaf, ya nggak bisa, proses hukum jalan terus," ujar Muannas.

Seperti diketahui, Muannas Alaidid melaporkan Hadi Pranoto beserta musisi Anji ke Polda Metro Jaya soal dugaan penyebaran berita bohong 'obat Corona'. Hadi Pranoto kemudian melaporkan balik Muannas Alaidid dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Hadi Pranoto bahkan menggugat Muannas Alaidid sebesar Rp 150 T yang turut menyeret PSI, partai di mana Muannas Alaidid menjadi kadernya. Hadi meminta ganti rugi akibat pelaporan Muannas mengakibatkan bisnisnya lesu. Dasar gugatan terhadap CEO Cyber Indonesia itu berawal dari pernyataan Hadi dalam wawancara dengan Anji terkait 'obat Corona'.

(mei/mei)