MUI: Perusak Masjid di Dago Harus Diproses, Jangan Cepat Disimpulkan Gila

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 08:20 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Sekjen MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Bandung -

Seorang pria merusak masjid di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan aksi tersebut.

"Jadi kita sangat menyesalkan dengan adanya tindakan-tindakan seperti ini mengundang keributan, mengundang kegaduhan," ujar Sekjen MUI Anwar Abbas ketika dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Menurutnya, dampak dari aksi perusakan ini akan membuat masyarakat tidak senang. Anwar mengatakan motif dari pelaku harus digali lebih lanjut.

"Bagusnya oleh masyarakat (pelaku sudah) ditangkap ya oleh polisi. Masih harus diproses. Jangan pula disimpulkan orangnya (pelaku) gila, orangnya sakit jiwa ya gaduh lagi nanti. Jadi jangan cepat-cepat membuat kesimpulan yang akan menyakiti hati umat. Jadi kalau bagi saya ini syukur alhamdulillah sudah bisa dilokalisir," kata Anwar.

Menurut Anwar, untuk ke depannya, tak perlu penjagaan ketat di masjid tersebut. Hal itu justru membuat kepanikan.

"Kalau saya sih biasa saja nggak usah tegang-tegang amat, kalau dikawal sepertinya negeri kita yang nggak aman. Masjid kan rumah Allah, jadi nggak perlu di kawal-kawal," imbuhnya.

Insiden perusakan itu berlangsung di Masjid Nurul Jamil, Jalan Bukit Dago Selatan, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (23/9/2020) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Pria berinisial DB itu melempari bangunan yang merupakan masjid dan kantor sekretariat masjid.

Akibat pelemparan itu, ada tiga titik kerusakan di kaca bangunan. Pelaku berhasil diamankan warga dan diserahkan ke kepolisian setempat.

(isa/idn)