Round-Up

Jejak Sejoli Pemutilasi: dari Kedai Kopi hingga Detik-detik Eksekusi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 07:22 WIB
Polisi telah menangkap dua pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City. Keduanya adalah Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin yang merupakan pasangan kekasih.
Tersangka mutilasi, Laeli Atik Supriyatin. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Sejoli Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) telah menyusun segala upaya untuk menutupi jejak usai memutilasi jasad Rinaldi Harley Wismanu (32). Rangkaian pembunuhan korban ini diawali karena niatnya ingin melakukan pemerasan terhadap korban.

Tersangka Laeli Atik Supriyatin awalnya mengenal korban melalui aplikasi Tinder. Laeli Atik Supriyatin melihat Rinaldi Harley Wismanu adalah calon korban potensial untuk diperas.

Rencana pemerasan ini timbul kala Atiek chatting dengan korban via aplikasi Tinder, di rumah kosnya di Depok. Setelah itu keduanya mulai menyusun rencana untuk mengeksekusi korban dan menghilangkan jejak dengan cara memutilasi korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap, dari hasil rekonstruksi pada Jumat 18 September 2020 lalu itu, tergambar bagaimana kedua sejoli ini merencanakan dengan matang kejahatannya itu. Jejak keduanya dari awal perencanaan hingga eksekusi ini terlacak di 13 TKP.

"Dari rekonstruksi itu ada 13 TKP dari awal perencanaan sampai akhir pembunuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi, Rabu (23/9/2020).

Lokasi-lokasi tersebut merupakan tempat-tempat di mana kedua pelaku melakukan perencanaan hingga eksekusi korban. Lokasi pertama di sebuah kedai kopi di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

"Di situ tempat korban dan tersangka LAS bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 9 September 2020," imbuhnya.

Lokasi kedua di Apartemen Pasar Baru Mansion. Lokasi tersebut menjadi TKP eksekusi, di mana korban dibunuh lalu dimutilasi oleh kedua tersangka.

Jejak keduanya juga terlacak di Apartemen Kalibata City. Di Apartemen Kalibata City ini, kedua pelaku menyimpan potongan tubuh korban sementara waktu sambil mencari kontrakan untuk mengubur jasad korban. Jasad korban sempat disimpan di dalam kulkas dan kamar mandi agar tidak mengeluarkan bau menyengat.

Selanjutnya
Halaman
1 2