Jejak Sejoli Pemutilasi di 13 Lokasi Perencanaan hingga Eksekusi

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 10:47 WIB
Polisi tangkap pelaku mutulasi Rinaldi Harley Wismanu
Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri, tersangka kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Sejoli Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) memutilasi jasad Rinaldi Harley Wismanu (32) karena ingin menguasai harta korban. Aksi sadis kedua tersangka ini terjejak di 13 lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap, dari hasil rekonstruksi pada Jumat 18 September 2020 lalu. Dari 37 adegan rekonstruksi tersebut menggambarkan rangkaian mulai dari perencanaan hingga eksekusi.

"Dari rekonstruksi itu ada 13 TKP dari awal perencanaan sampai akhir pembunuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi, Rabu (23/9/2020).

Lokasi-lokasi tersebut merupakan tempat-tempat di mana kedua pelaku melakukan perencanaan hingga eksekusi korban. Lokasi pertama di sebuah kedai kopi di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

"Di situ tempat korban dan tersangka LAS bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 9 September 2020," imbuhnya.

Lokasi kedua di Apartemen Pasar Baru Mansion. Lokasi tersebut menjadi TKP eksekusi, di mana korban dibunuh lalu dimutilasi oleh kedua tersangka.

Berikut 13 TKP terkait rangkaian perencanaan-eksekusi korban:

1. Stasiun Juanda, Jakarta Pusat

Di lokasi ini, tersangka Laeli Atik Supriyatin dan Rinaldi Harley Wismanu bertemu untuk pertama kalinya. Mereka ngobrol di sebuah kafe kopi, sebelum akhirnya pergi ke Apartemen Pasar Baru Mansion.

2. Apartemen Pasar Baru Mansion

Tersangka Laeli Atik dan korban masuk ke apartemen tersebut tanggal 9 September 2020. Setibanya di apartemen ini mereka bercengkerama hingga berhubungan badan.

Di saat itulah, tersangka Djumadil Al Fajri memukul kepala korban dengan batu bata sebanyak 3 kali. Tersangka Fajri juga menusuk korban dengan gunting sebanyak 9 kali.

Kedua tersangka sempat membiarkan jasad korban di apartemen itu selama 3 hari. Tanggal 12 dan 13 September, kedua tersangka kembali ke apartemen tersebut untuk memutilasi korban.

3. Apartemen Kalibata City

Di Apartemen Kalibata City ini, kedua pelaku menyimpan potongan tubuh korban sementara waktu sambil mencari kontrakan untuk mengubur jasad korban.
Jasad korban sempat disimpan di dalam kulkas dan kamar mandi agar tidak mengeluarkan bau menyengat.

4. Permata Cimanggis, Tapos, Depok

Kedua tersangka mengontrak sebuah rumah di Permata Cimanggis, Tapos, Depok. Rumah itu dipersiapkan untuk menguburkan jenazah korban.

Kedua tersangka sudah menggali lubang untuk menguburkan jasad korban. Namun hal ini gagal lantaran keduanya keburu ditangkap polisi pada Rabu (16/9).

5. Pasar Minggu, Jaksel

Di sini, kedua tersangka membeli pisau daging dan gergaji untuk memutilasi korban. Peralatan itu dibeli kedua tersangka pada tanggal 12 September 2020.

6. Toko Emas Pasar Baru

Di sini, kedua tersangka membelanjakan uang korban untuk membeli sejumlah perhiasan. Mereka membeli emas batangan seberat total 11,5 gram dari toko tersebut.

7. Kramat Jati, Jaktim

Di Kramat Jati, Jakarta Timur kedua tersangka mendatangi show room motor 'Garage Motor'. Di sana mereka membeli motor Yamaha N-Max.

8. Tapos, Depok

Kedua tersangka sempat mampir ke sebuah toko bangunan di Tapos, Depok. Di sini, mereka membeli sekop dan cangkul untuk menggali 'kuburan' korban.

9. Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, kedua tersangka membeli sebuah koper baru. Koper itu digunakan untuk mengangkut potongan jasad korban dari Apartemen pasar Baru Mansion ke Apartemen Kalibata City. Potongan tubuh korban diangkut menggunakan 2 koper dan 1 tas ransel.

10. Indomaret Tanjung Barat, Jaksel.

Di sini, mereka mampir ke ATM di minimarket tersebut untuk mengambil uang korban.

11. Mitra 10 Jakarta Pusat

Di toko bangunan ini kedua tersangka membeli cat untuk menutupi bercak darah korban yang menempel pada kasur dan dinding Apartemen Pasar Baru Mansion.

12. Pasar Jatinegara, Jakarta Timur

Di sini kedua tersangka membeli guling dan seprei untuk mengganti guling dan seprei yang terkena darah korban di Apartemen Pasar Baru Mansion.

13. Kosan di Depok

Di tempat kos ini, tersangka Laeli berkomunikasi dengan korban untuk janjian bertemu sebelum akhirnya korban dieksekusi.

(mei/imk)