Round-Up

Hiburan Malam-Pernikahan di Ibu Kota Pun Jadi Klaster Baru Penularan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 06:37 WIB
Kasus Corona di Indonesia masih jadi sorotan. Dinkes Provinsi DKI Jakarta pun membenarkan data yang tampilkan 68 perkantoran di DKI jadi klaster virus Corona.
Foto: Ilustrasi ibu kota Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Beberapa klaster baru penyebaran virus Corona (COVID-19) muncul di Ibu Kota. Tercatat hiburan malam dan acara pernikahan menjadi dua klaster baru Corona di DKI Jakarta.

"Di sini sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada, contohnya adalah klaster hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam juga mulai ada," kata Tim Pakar Satgas COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (23/9/2020).

Dewi menyebut ditemukan 3 kasus pada klaster perhotelan dan masih terus dilakukan penyelidikan oleh Satgas. Namun ia mengatakan, memang muncul beberapa tempat penularan Corona baru, termasuk acara pernikahan.

"Kegiatan pernikahan juga udah mulai muncul sekarang. Sudah ada 25 orang terinfeksi, walaupun kecil ya, tapi tetap ini sebuah kegiatan yang berpotensi jadi tempat penularan," jelasnya.

Dewi mengatakan kewaspadaan terhadap penularan virus Corona harus ditingkatkan. Sebab, kemunculan klaster baru mungkin saja terjadi.

"Jadi ini beberapa contoh beberapa klaster baru yang sebelumnya belum ada, yang artinya kita harus lebih waspada lagi," terang Dewi.

Dewi juga memaparkan data klaster Corona sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di lakukan. Saat PSBB transisi yang berlaku hingga 12 September lalu di Jakarta, klaster Corona terbanyak adalah pasien yang berobat ke rumah sakit.

"Dari data klaster atau sebaran kasus yang ada di DKI Jakarta pada masa PSBB Transisi sejak tanggal 4 Juni sampai 12 September 2020. Sebaran kasus dari pasien yang datang dari rumah sakit. Yang kedua adalah pasien yang berasal dari komunitas, termasuk hasil contact tracing dari puskesmas, termasuk klaster keluarga masuk kategori ini. Ketiga adalah perkantoran," ungkap Dewi.

Laporan adanya klaster hiburan malam di Jakarta menjadi pertanyaan. Ini mengingat Jakarta tengah memperlakukan PSBB ketat yang tidak memperbolehkan tempat hiburan malam untuk buka.

"Kan memang belum boleh buka, dari awal memang belum boleh buka," ucap Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/9).

Pemprov DKI berjanji akan mengeceknya. "Saya cross-check dulu ya, sama tim internal kami seperti apa beritanya," ucap Gumilar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3