SIDAK 23 September: 7 Berita Teraktual Hari Ini

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 22:52 WIB
Kelab malam di Wuhan kembali beroperasi seiring nihilnya kasus Corona baru di sana.
Suasana di kelab malam Wuhan (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Sejumlah berita populer menjadi perbincangan hangat hari ini. Polda Aceh memusnahkan 372 kg ganja dengan cara dibakar hingga warga Wuhan sudah bisa kembali clubbing tanpa masker menjadi berita popular hari ini.

Rangkuman berita-berita populer itu ditampilkan dalam tayangan video, berjudul 'SIDAK!: 23/9/2020 WARGA WUHAN BERTINGKAH LAGI HINGGA KABAR BANJIR SUKABUMI!!!', yang diunggah oleh akun Youtube CXO Media. Rangkuman berita setiap harinya, dikemas secara ringan dan ditayangkan setiap pukul 21.00 WIB.

Berikut 7 berita populer hari ini:

1. Polda Aceh Musnahkan 80 Kg Sabu-Bakar 372 Kg Ganja

Polda Aceh memusnahkan 80 Kg sabu serta 27.400 butir pil ekstasi. Narkoba tersebut disita dari 12 tersangka di sejumlah lokasi di Tanah Rencong.

Pemusnahan barang bukti narkoba digelar di Mapolda Aceh, Rabu (23/9/2020). Sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara diaduk menggunakan molen pengaduk semen.

Sementara ganja sebanyak 372 Kg dimusnahkan dengan cara dibakar. Proses pemusnahan dipimpin Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada serta dihadiri sejumlah pejabat.

Dirresrnarkoba Polda Aceh, Kombes Ade Sapari, mengatakan barang bukti sabu tersebut berasal dari penangkapan yang dilakukan Ditresnarkoba sebanyak 37 Kg, Polresta Banda Aceh sekitar 2 Kg, Polres Langsa 1 Kg dan Polres Aceh Tamiang 39 Kg. Sedangkan 27.400 butir ekstasi merupakan hasil tangkapan Polres Aceh Tamiang.

"Jumlah tersangka semuanya ada 12 orang," kata Ade.

Ade mengatakan barang bukti sabu tersebut dipasok dari luar negeri lewat jalur segitiga emas. Narkoba tersebut rencananya hendak diedarkan ke luar Aceh.

"Di Aceh hanya tempat transit. Sabu itu mau dibawa ke luar," ujar Ade.

2. Warga Wuhan Sudah Bisa Clubbing Tanpa Masker

Wuhan yang dulu bukanlah Wuhan yang sekarang. Kota yang sempat lockdown itu kini sudah bebas Corona. Masyarakatnya pun sudah bisa berpesta.

Masih segar dalam ingatan pada awal tahun 2020, dunia digegerkan dengan virus Corona. Kala itu, media mengabarkan bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan ini pertama muncul dari Wuhan, tepatnya pasar hewan Wuhan yang merupakan salah satu kota tersibuk di China.

Diwartakan BBC, Wuhan mulai mengambil langkah lockdown pada 23 Januari 2020. Negara-negara kemudian berbondong-bondong menutup akses transportasi menuju Wuhan.

Oleh sebab itu, Wuhan yang memiliki 11 juta penduduk itu mengambil langkah cepat dengan mewajibkan karantina mandiri pada warganya. Sebanyak ribuan orang lebih dikarantina selama beberapa bulan setelah dites. Semua kegiatan yang menjadi wadah berkumpulnya orang banyak dibatalkan. Berbagai pertemuan juga dilarang.

Memasuki bulan Maret 2020, Wuhan sudah mulai melonggarkan lockdown. Pusat perbelanjaan, transportasi publik juga mulai beroperasi. Orang-orang pun mulai diizinkan bepergian dengan tetap menerapkan jaga jarak dan memakai masker.

Sebulan kemudian, tepatnya 8 April 2020, Wuhan resmi mencabut aturan lockdown. Pernikahan digelar, sekolah kembali buka, dan kegiatan bisnis kembali menggeliat.

Sayangnya, pada 12 Mei dilaporkan ditemukan kembali virus Corona di sana. Tercatat ada 6 kasus Corona baru. Kota itu pun segera melakukan tes massal pada seluruh penduduk yang berjumlah 11 juta orang. Akhirnya, penularan Corona dapat kembali dikontrol.

Berlanjut ke bulan Juni, pasar malam yang biasanya menjual makanan kaki lima, diizinkan buka. Di bulan Juli, fasilitas hiburan juga kembali menyambut pengunjung.

Memasuki bulan Agustus, dunia dibuat kaget karena Wuhan sudah melangsungkan pesta di kolam renang. Ratusan orang memadati HOHA Water Electrical Musical Festival tanpa jaga jarak dan tanpa masker.

Kelab malam juga sudah dipadati muda-mudi yang berbulan-bulan menahan diri untuk berdansa. Salah satu kelab malam yang disebut Hepburn, sudah memutar musik Mandopop dan American rap, yang mengajak pengunjung menikmati kemenangan mereka atas Corona.

Wuhan yang dulu dicibir pun akhirnya menjadi yang pertama tertawa sekarang. Tak ada lagi kasus Corona di sana selama 33 hari terakhir.

Sementara berbagai negara di dunia masih berjuang saat ini. Misalnya di Indonesia, angka penularan Corona terus meningkat setiap hari. Sampai Selasa (22/9/2020), kasusnya sudah mencapai 253.000 dengan korban meninggal nyaris 10.000 orang.

3. Jokowi Ucapkan Selamat HUT Korut ke Kim Jong-un

Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72. Pesan Jokowi diterima langsung oleh Kim Jong-un.

"Izinkan saya untuk menyampaikan kepada Yang Mulia dan rakyat Republik Demokratik Rakyat Korea, ucapan selamat yang tulus atas kesempatan peringatan ke-72 hari berdirinya DPRK pada 9 September 2020," demikian tulis Jokowi seperti dilansir dari kantor berita Korea Utara, KCNA, Rabu (23/9/2020).

Jokowi mengatakan bahwa semangat peringatan hari kemerdekaan bakal jadi momentum bagi Korut mengatasi tantangan yang ditimbulkan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Lebih lanjut Jokowi menyatakan ingin melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dan Korut.

"Saya juga ingin menegaskan kembali komitmen saya dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan DPR Korea untuk kepentingan bersama kedua negara, serta untuk perdamaian dan kemajuan di kawasan dan sekitarnya," lanjut Jokowi.

4. Jejak Kaki 120 Ribu Tahun Muncul di Arab Saudi, Milik Siapa?

Sejumlah jejak kaki yang telah menjadi fosil, usianya diperkirakan sekitar 120 ribu tahun, ditemukan di Arab Saudi. Selain hewan, ada pula jejak kaki para manusia.

Dilansir dari CNN, Rabu (23/9/2020) periset menggelar survei di danau kuno Alathar di Gurun Nefud, Arab Saudi. Jejak-jejak tersebut muncul sebagai akibat erosi sedimen. Jejak kaki hewan disimpulkan adalah milik kuda, unta sampai gajah.

Adapun jejak kaki manusia usianya antara 112 ribu sampai 120 ribu tahun yang lalu dan memberikan pandangan soal rute yang diambil manusia modern awal pada saat migrasi bergerak dari Afrika. Mereka mungkin pindah 5.000 tahun lebih dini.

"Jejak kaki itu mengindikasikan ada Homo sapiens di Arab utara, mungkin dari Afrika, ada di sana sekitar 125 ribu tahun silam," kata Mathew Stewart, pakar dari Max Planck Institute for Chemical Ecology.

Dalam riset yang dipublikasikan di jurnal Science Advances ini, periset menyatakan jejak kaki itu mungkin adalah milik para pemburu kuno yang mengikuti binatang buruannya dari Sahara sampai Arab. Pada saat itu, Arab merupakan padang rumput mirip dengan savana Afrika modern saat ini. Jejak kaki itu, dan juga bukti lain sebelumnya, menandakan rute tersebut merupakan arah perpindahan bagi manusia modern awal.

Adapun metode investigasi awalnya melibatkan satelit untuk mengidentifikasi ratusan danau kuno di wilayah tersebut. Danau itu sekarang dalam keadaan kering, tapi jejak masa lampau yang ditinggalkannya penting bagi sains. Adapun jejak kaki yang ditemukan berjumlah 7 buah, merupakan yang pertama ditemukan di wilayah Arab Saudi dan mungkin masih ada lagi. "Ada alasan bagus untuk kembali ke situs itu dan melakukan survei lagi, di mana jejak kaki baru mungkin akan ditemukan," cetus Remy Crassard, ilmuwan National Centre for Scientific Research di Prancis.

5. Ketua Positif COVID, KPU Akui Pilkada Beresiko Jika Dilanjut

Muncul desakan dari sejumlah pihak agar Pilkada Serentak 2020 ditunda saat pandemi Corona belum mereda. Menyusul, Ketua KPU RI Arief Budiman, juga kini terkonfirmasi positif Corona.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengatakan seluruh pihak berisiko terpapar Covid-19 jika Pilkada Serentak 2020 dilanjutkan. Dia mengakui KPU pun salah satu pihak yang bisa terdampak.

Pernyataan itu disampaikan Dewa dalam diskusi daring yang disiarkan akun Youtube The Indonesian Institute. Ia merespons peserta yang bertanya sikap KPU terhadap pilihan menjamin hak konstitusi dengan lanjutkan pilkada atau menjamin hak kesehatan dengan menunda pilkada.

"Kalau ditanya siapakah yang kemudian berisiko kalau pilkada ini dijalankan, saya kira kita semua sebetulnya. Faktanya, tadi misalnya di KPU sendiri Pak Ketua, kemudian ada anggota (positif Covid-19)," kata Dewa dalam diskusi, Rabu (23/9).

Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, kata dia, sebenarnya ada dua pilihan, yaitu menunda agenda atau melanjutkan dengan mencari jalan keluar lainnya. Menurut Dewa, setelah disepakati antara KPU, pemerintah, dan DPR, keputusan yang diambil adalah melanjutkan pilkada.

"Kalau kita bicara UU 6/2020 itu keputusan diambil antara KPU, pemerintah, DPR. Ketika belum ada putusan baru, kami KPU berkewajiban untuk melaksanakan apa yang sudah diputuskan," ujar Dewa.

6. Banjir Bandang Sukabumi, Status Darurat Ditetapkan 7 Hari

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat pascabanjir bandang selama tujuh hari terhitung sejak 21-27 September 2020. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan banjir bandang itu telah ditangani oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan dinas kabupaten terkait. Tim gabungan ini juga mendirikan dapur umum untuk para korban banjir.

"Tim gabungan juga melaksanakan upaya darurat lainnya seperti pertolongan, penyelamatan, pencarian dan evakuasi," kata Raditya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2020).

Raditya juga menjelaskan pembersihan banjir bandang telah dilakukan menggunakan cara manual dibantu dengan alat berat berupa dump truck untuk mengangkut material lumpur. Hingga Selasa (22/9), BNPB mencatat ada tiga kecamatan terdampak banjir dengan 11 desa dan 11 kampung. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parungkuda, dan Kecamatan Cidahu.

Sementara total keluarga terdampak berjumlah 133 Kartu Keluarga atau 431 jiwa, sejumlah warga juga diketahui mengungsi ke saudara dan tetangga terdekat. Catatan kerusakan akibat banjir bandang mencakup rumah rusak berat (RB) 47 unit, rusak sedang (RS) 41, rusak ringan (RR) 45, jembatan RB 5 dan TPT 1.

Akibat banjir bandang, tiga warga dilaporkan hilang terseret arus banjir. Dua diantaranya ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan telah menyusun rencana lanjutan untuk mencari korban hilang dengan membentuk 12 tim dan perluasan titik pencarian.

7. Sah! Alvaro Morata Jadi Pemain Juventus Lagi

Juventus telah resmi mendapatkan Alvaro Morata sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid. Juventus sangat senang dengan transfer ini.

Morata mendarat di Bandara Caselle, Selasa (22/9/2020) tengah malam waktu setempat. Morata muncul dengan disambut oleh fans Juventus dan media. Ini menandakan kembalinya Morata ke klub yang sempat dia bela selama dua musim.

Juventus akhirnya meresmikan peminjaman Morata dari Ateltico. Si Nyonya Tua sangat senang bisa kembali membawa striker 27 tahun tersebut.

"Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada kembalinya Alvaro Morata ke Turin. Ini adalah hal yang indah!" tulis pernyataan Juventus di situs resmi klub.

"Kembalinya striker Spanyol ini ke Juventus kini resmi. Pemain berusia 27 tahun itu bergabung dengan status pinjaman dari Atletico Madrid."

Juventus menyodorkan 10 juta ke Atletico dengan opsi pembelian pada Juni 2021 seharga 45 juta euro. Ada juga klausul yang memungkinkan Juve memperpanjang pinjaman untuk satu tahun lagi seharga 10 juta euro, dengan opsi untuk membeli pada Juni 2022 seharga 35 juta euro.

(fas/idn)