Qatar Bicara Pengkhianatan saat Kena Serangan Iran

Qatar Bicara Pengkhianatan saat Kena Serangan Iran

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mar 2026 21:16 WIB
A plume of smoke rises over buildings in Doha on March 5, 2026. Multiple rounds of explosions echoed over Doha on March 5 just hours after officials said they were evacuating residents living near the US embassy. Gulf countries have been targeted by
Kepulan asap menjulang di antara gedung-gedung bertingkat setelah rentean ledakan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, pada Kamis (5/3) waktu setempat. (AFP/MAHMUD HAMS)
Jakarta -

Wilayah Qatar kembali menerima serangan rudal Iran dalam perang yang berkecamuk di Timur Tengah (Timteng). Rentetan ledakan yang terdengar di Doha tersebut membuat pimpinan Qatar menyinggung adanya pengkhianatan yang besar.

Rentetan ledakan terdengar di Doha setelah pernyataan Iran melanjutkan serangan balasan di seluruh wilayah Teluk. Dilansir kantor berita AFP dan Al Jazeera, Senin (9/3) laporan wartawan AFP mengatakan beberapa ledakan terdengar di Doha pada dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doha telah menjadi sasaran gelombang drone dan rudal sejak Iran melancarkan kampanye pembalasan besar-besaran di seluruh Teluk. Hal itu menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap republik Islam tersebut.

Qatar saat ini juga telah mengeluarkan peringatan terkait ancaman yang 'meningkat' di wilayahnya. Kementerian Dalam Negeri Qatar telah mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah karena meningkatnya ancaman keamanan.

ADVERTISEMENT

PM Qatar Sebut Pengkhianatan Besar

Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim bin Jaber Al Thani menyebut adanya rasa pengkhianatan yang besa" oleh kepemimpinan Iran menyusul serangan Republik Islam itu terhadap Qatar. Hal ini disampaikannya dalam wawancara dengan Sky News, dilansir Al Jazeera, Senin (9/3).

"Mungkin hanya satu jam setelah dimulainya perang, Qatar dan negara-negara Teluk lainnya langsung diserang," kata Sheikh Mohammed.

Sheikh Mohammed menambahkan bahwa serangan itu terjadi meskipun ada pernyataan dari beberapa negara di kawasan itu bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam perang melawan Iran, dan meskipun ada upaya bersama untuk menemukan solusi diplomatik.

Qatari PM Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. (AFP)PM Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. (Dok. AFP)

"Kesalahan perhitungan Iran untuk menyerang negara-negara Teluk telah menghancurkan segalanya", katanya. Dia menambahkan bahwa Qatar sepenuhnya menolak pembenaran dan dalih yang digunakan untuk eskalasi tersebut.

Sheikh Mohammed juga mengatakan sangat mengejutkan bahwa Iran terus menyerang negara-negara Teluk, bahkan setelah Presiden Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada mereka, dan mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi menjadi sasaran selama mereka tidak menyerang Iran.

Namun demikian, ia menekankan bahwa Qatar "akan terus berbicara dengan Iran dan berupaya untuk meredakan ketegangan".

Simak juga Video 'Wamen HAM Mugiyanto Kejebak di Qatar Imbas Perang AS-Israel Vs Iran':

Halaman 2 dari 2
(rfs/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads