Rektor Unsyiah Ungkap Rendahnya Kemampuan Siswa Aceh di Tes Masuk PTN

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 16:13 WIB
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh (Agus-detik)
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Aceh (Agus/detikcom)
Banda Aceh -

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh mengungkap rendahnya kemampuan siswa di Aceh dalam tes masuk PTN. Hal itu diperoleh Unsyiah berdasarkan hasil penilaian rata-rata Tes Potensi Skolastik (TPS).

Hasil kualitas pendidikan dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Data itu diperoleh dari hasil evaluasi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) tahun 2020.

Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengatakan TPS merupakan salah satu jenis tes yang mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi empat penilaian, yaitu penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif.

"Berdasarkan keseluruhan penilaian di atas, Provinsi Aceh tercatat sebagai salah satu provinsi dengan skor TPS terendah secara nasional," kata Samsul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Berdasarkan hasil yang dipaparkan, kualitas pendidikan Aceh sejajar dengan provinsi di kawasan timur Indonesia, seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua dan sebagian provinsi di Sulawesi. Ada beberapa poin yang menunjukkan posisi Aceh di bawah Papua dan Papua Barat.

Samsul menjelaskan penilaian 'Kemampuan Penalaran Umum' dan 'Pengetahuan dan Kemampuan Umum', Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki nilai jauh lebih baik dari Aceh. Sedangkan penilaian 'Kemampuan Kuantitatif' dan 'Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis', Tanah Rencong harus mengakui keunggulan Papua Barat.

"Secara keseluruhan, Aceh menduduki posisi terendah nasional dari semua penilaian TPS," jelas Samsul.

Samsul menyebut kondisi ini merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan Aceh. Terlebih, Serambi Mekah memiliki kucuran dana besar yang seharusnya memberi dampak signifikan bagi pembangunan dunia pendidikan.

"Ini adalah tamparan besar bagi kita semua. Kondisi ini seharusnya tidak perlu terjadi, ada kesalahan dalam pengelolaan pendidikan di Aceh yang harus kita benahi," jelas Wakil Ketua I LTMPT ini.

"Penilaian ini menjadi cerminan kualitas dan kemampuan siswa SMA Aceh dalam bersaing merebut kursi masuk ke perguruan tinggi tahun 2020. Jika ini tidak diatasi dengan serius, dapat memberikan dampak besar bagi generasi Aceh ke depan," sambungnya.

(agse/haf)