Gandeng Ojol, Polres Jaksel Bentuk Timsus Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 15:47 WIB
Libatkan Komunitas Ojol, Polres Jaksel Bentuk Timsus Penindakan Protokol Kesehatan Corona
Menggandeng ojol, Polres Jaksel membentuk timsus mengawasi pelanggar protokol kesehatan. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Selatan bersama Kodim 0504 membentuk timsus penindakan protokol kesehatan COVID-19. Selain TNI dan Polri, komunitas ojek online turut dilibatkan dalam tim ini.

Pantauan detikcom pada Rabu (23/9/2020) di Polres Metro Jakarta Selatan, pembentukan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jaksel Kombes Budi Sartono. Turut hadir pula Dandim 0504 Kolonel Inf Ucu Yustiana.

Secara simbolis, Budi dan Ucu memasangkan rompi kepada empat orang perwakilan dari unsur kepolisian, TNI, dan komunitas ojek online. Rompi berwarna hijau bertulisan 'Timsus Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19' untuk perwakilan TNI dan polisi, sedangkan rompi berwarna kuning bertulisan 'Penegak Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19' untuk perwakilan komunitas ojol.

Setelah itu, Budi dan Ucu melepas timsus untuk segera menyebar dan melakukan pengawasan protokol kesehatan COVID-19 di wilayah Jaksel. Mulai mobil patroli hingga ojek online berjalan keluar dari Polres Metro Jaksel.

Dalam kesempatan ini, Budi mengungkapkan alasan pihaknya turut menggandeng komunitas ojol dalam timsus penindakan protokol COVID-19. Tujuannya agar para driver ojol bisa saling mengingatkan agar tidak berkerumun saat bekerja.

"Maka dari itu, kita launching, semua termasuk TNI-Polri. Termasuk kita launching juga relawan komunitas dari ojek online karena hasil evaluasi masih berkumpul itu biasanya dari para ojek online yang menunggu orderan makanan. Sehingga kita kerahkan mereka untuk menjadi relawan komunitas penegak disiplin agar mereka mengingatkan, boleh menunggu, tetapi tolong dijaga jaraknya, jangan berkerumun, dan gunakan masker," kata Budi kepada wartawan di Polres Metro Jaksel, Rabu (23/9/2020).

Berdasarkan hasil evaluasi, Budi menyebut kerumunan paling banyak ditemukan pada ojek online. Kerumunan ini disebabkan para ojol menunggu orderan makanan di restoran.

"Karena kemarin kita evaluasi mereka (ojol) berkumpul itu memang bukan berkumpul karena sengaja, tapi menunggu makanan. Makanya kita libatkan mereka agar selalu ingatkan, boleh menunggu makan di resto, tapi tolong jangan sampai berdekatan," jelasnya.

"Tapi sekarang kita menilai banyaknya kerumunan itu dari ojek online. Jadi ojek online kita perdayakan agar mengingatkan teman-temannya," sambungnya.

Kemudian Budi menyebut ada beberapa titik rawan di Jaksel yang sering ditemukan warga berkerumun. Titik-titik tersebut ada di wilayah Blok M, Kemang, Senopati, dan Mampang. Untuk itu, timsus ini akan diterjunkan di titik-titik tersebut.

"Jadi, yang pasti, semua wilayah di Jaksel yang tempat berkumpul merupakan titik rawan. Tetapi yang kita waspadai adalah tempat anak muda sering berkumpul. Seperti diketahui, di sini mungkin di Blok M, di Kemang, Mampang, Senopati itu menjadi prioritas 24 jam mengontrol di sana karena, kalau kita lengah sedikit, biasanya mereka akan berkumpul di sana," ungkapnya.

(ibh/ibh)