Round-Up

Nekat Panti Pijat di Jakut Layani Esek-esek di Masa PSBB Ketat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 07:41 WIB
Polisi tangkap penyedia panti pijat plus-plus di Jakut
Polisi tangkap penyedia panti pijat plus-plus di Jakut. (Luqman Nurhadi)
Jakarta -

Sebuah panti pijat di Kelapa Gading, Jakarta Utara digerebek polisi. Panti pijat plus-plus itu nekat melayani pelanggan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta.

Panti pijat 'Trendy Massage', yang berada di sebuah ruko di Gading Indah Blok V, Jl Raya Gading Kirana, Kelapa Gading, itu digerebek pada Senin (21/9). Selain menyediakan jasa prostitusi, panti pijat tersebut juga melanggar protokol kesehatan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.

"Adanya tindak pidana menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita sebagaimana diatur Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan," kata Wakapolres Jakarta Utara AKBP Aries Andi dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ketiga tersangka itu adalah DD (46) sebagai supervisor, TI (26) sebagai kasir, dan AF (27) sebagai kasir.

"Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi COVID-19 ini," kata Aries.

Aries mengatakan dari luar, ruko yang digunakan sebagai panti pijat memang terlihat seperti tertutup. Namun adanya aktivitas lalu lalang membuat polisi curiga hingga melakukan pengecekan ke dalam.

"Pada saat anggota memasuki ruko, diketahui ada beberapa yang melakukan atau pelanggan mendapatkan fasilitas pemijatan yang dilakukan para terapis," ujar Aries.

Panti pijat plus-plus tersebut mencari pelanggan via WhatsApp. Supervisor panti pijat tersebut menyimpan kontak sejumlah pelanggannya di ponselnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3