Cari Pelanggan Via WA, Begini Modus Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading

Luqman Arunanta - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 20:39 WIB
Polisi tangkap penyedia panti pijat plus-plus di Jakut
Polisi menangkap penyedia panti pijat plus-plus di Jakut. (Luqman Nurhadi/detikcom)
Jakarta -

Polres Jakarta Utara membongkar pelayanan jasa prostitusi berkedok panti pijat di kawasan Kelapa Gading. Panti pijat plus-plus tersebut mencari pelanggan via WhatsApp.

"Modus operandi yang dilakukan tempat tersebut dikelola oleh satu orang yang bertindak sebagai supervisor, kemudian supervisor ini rupanya telah memiliki beberapa nomor telepon pelanggannya dan dengan cara menghubungi pelanggan ini, mereka menyampaikan bahwa di tempat tersebut masih beroperasi," kata Wakapolres Jakut AKBP Aries Andi di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Aries mengatakan tersangka DD (46) selaku supervisor mencari pelanggan via WhatsApp. Tersangka DD juga mengirimkan wajah terapis untuk memikat pria hidung belang.

"Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu," ungkap Aries.

Untuk menghilangkan kecurigaan petugas, panti pijat yang berada di sebuah ruko di Gading Indah Blok V Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakut, itu seolah-olah tutup. Namun adanya aktivitas lalu lalang orang membuat polisi curiga dan melakukan pengecekan.

"Dari pantauan anggota di lapangan, terlihat memang seolah-olah ruko tersebut dalam keadaan tertutup, namun aktivitas lalu lalang di depan ruko tersebut dan adanya aktivitas keluar-masuk ke ruko itu menjadi bukti awal kecurigaan anggota yang di lapangan melakukan observasi untuk melakukan tindakan lainnya, yaitu langsung melakukan pengecekan ke dalam ruko dan melihat aktivitas apa yang ada di ruko," ungkap Aries.

"Sehingga pada saat anggota memasuki ruko, diketahui ada beberapa yang melakukan atau pelanggan mendapatkan fasilitas pemijatan yang dilakukan para terapis," tambahnya.

Aries menyebut panti pijat Trendy Massage ini sempat tutup dan buka kembali selama PSBB masa transisi. Namun pengelola nekat membuka kembali kegiatannya di masa PSBB ketat kembali diberlakukan.

"Tempat usaha ini sudah pernah tutup mungkin, kan kita melakukan PSBB sudah beberapa kali. Namun beroperasi kurang-lebih 1 bulan lalu pada saat sudah direlaksasi mereka beroperasi. Namun, pada saat dinyatakan PSBB diberlakukan kembali, mereka tidak menutup kegiatan usahanya," kata Aries.

(mea/mea)