Doni: Peniadaan Ganjil Genap Kurangi Risiko Corona di Transportasi Umum

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 14:19 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo
Doni Monardo (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Sistem ganjil-genap kembali ditiadakan setelah DKI Jakarta menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan hal ini bisa mengurangi penularan Corona karena menurunya jumlah penumpang.

"Transportasi umum juga telah diatur bersama Kemenhub dan Pemprov DKI dengan meniadakan sistem ganjil-genap. Sebagai hasilnya, jumlah penumpang KRL berkurang 28 persen, TransJakarta berkurang 29 persen, dan MRT berkurang 83 persen, sehingga ini dapat membantu mengurangi risiko bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum," kata Doni saat raker bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Doni berharap tidak ada lagi risiko penularan Corona di transportasi umum. Dia juga meminta semua transportasi umum menjamin protokol kesehatan penumpang.

"Kami harapkan langkah langkah ini bisa mengurangi penularan COVID-19 di angkutan umum dan menjamin terlaksananya protokol kesehatan, khususnya menjaga jarak di angkutan angkutan umum tersebut," katanya.

Doni juga mengapresiasi Kemenpan-RB yang membuat surat edaran agar ASN bekerja di rumah atau work from home (WFH). Menurut Doni, saat ini aturan jaga jarak di perkantoran juga sudah optimal.

"Dan Alhamdulillah setelah pemberlakuan edaran dari Kementerian PAN-RB ini sudah banyak kantor-kantor yang relatif lebih longgar, sehingga physical distancing-nya jaga jaraknya bisa terjaga," ucapnya.

(zap/knv)