Ekskavator yang Timpa Tangga JPO Kampung Melayu Dievakuasi, Lalin Lancar

Tiara Aliya - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:43 WIB
Ekskavator yang Timpa Tangga JPO Kampung Melayu Dievakuasi, Lalin Lancar
Ekskavator yang Timpa Tangga JPO Kampung Melayu Dievakuasi (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Petugas berhasil mengevakuasi satu unit ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang terguling dan menimpa tangga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Proses evakuasi berlangsung selama satu jam dibantu alat berat crane.

Pantauan detikcom pada Selasa (22/9/2020), pukul 12.00 WIB, di depan JPO Kampung Melayu, Jakarta Timur, satu unit crane milik Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta tiba untuk membantu proses evakuasi. Proses evakuasi berjalan hingga pukul 13.00 WIB.

Petugas berhasil menegakkan kembali ekskavator yang terguling di sisi kiri jalan. Setelah itu, ekskavator pun langsung dinaikkan kembali ke truk pengangkut untuk dikembalikan di gudang penyimpanan di Cilincing, Jakarta Utara.

Lalu lintas di sepanjang Jalan Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, terpantau ramai lancar saat proses evakuasi berlangsung. Petugas dari Dinas Perhubungan memastikan kendaraan tak berhenti sejenak di sekitar JPO Kampung Melayu.

Ekskavator yang Timpa Tangga JPO Kampung Melayu Dievakuasi, Lalin LancarEkskavator yang Timpa Tangga JPO Kampung Melayu Dievakuasi (Tiara/detikcom)

Sebelumnya, proses evakuasi ekskavator ini sempat terhenti sambil menunggu alat crane datang. Ekskavator pun ditutupi oleh terpal berwarna biru

"Saat ini didirikan dengan Spider dan masih posisi bersandar di tangga JPO dan JPO ditutup sampai sampai dengan ada perbaikan. Pengawas alat berat juga sedang menghubungi gudang Cilincing untuk mendatangkan crane," kata kata Wakil Camat Tebet Iwan K Santoso di lokasi, Selasa (22/9).

Akibat peristiwa ini, atap dan pagar tangga JPO Kampung Melayu hancur. JPO tidak dapat digunakan sementara. Ekskavator ini terguling saat berada di atas mobil mobilisasi untuk dikembalikan ke gudang.

"Iya (tadinya buat) ngeruk sampah. Kan ada spider dua, ada truk ini buat buangnya. Karena ternyata air ini tidak terlalu tinggi ya terus sampah-sampah juga nggak banyak kan langsung larut sampai Manggarai, berarti ini tidak digunakan. Karena tidak digunakan ini mau dikembalikan lagi ke gudangnya," jelasnya.

(knv/knv)