Ibu Siksa Anak karena PR, Komisi X Singgung Program Parenting Kemendikbud

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 06:11 WIB
Hetifah Sjaifudian Golkar
Foto: Hetifah Sjaifudian (Dok. Pribadi)

Politikus Partai Golkar ini juga meminta partisipasi masyarakat dan pimpinan RT/RW setempat untuk saling bekerja sama. Sehingga peristiwa kekerasan terhadap anak selama PJJ ini bisa dihindari.

"Masyarakat dan pimpinan RT/RW juga sebaiknya saling menjaga dan memantau satu sama lain, apakah ada kira-kira tetangga di lingkungannya yang benar-benar kesulitan, atau melakukan hal-hal yang tidak biasa. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi di masa depan," tutur Hetifah.

Sebelumnya, SF (34), seorang ibu tega menganiaya anak kandungnya sendiri lalu merekam video penganiayaan tersebut menyesali perbuatannya. Dia mengaku kesal karena putrinya sudah berapa pekan tidak mengerjakan tugas dari sekolah.

"Demi Allah Saya khilaf dan menyesal sangat menyesal , sangat menyesal," ucapnya di hadapan penyidik di Polres Parepare, Senin (21/9/2020).

SF mengaku kesal karena putrinya itu telah membuat pengaduan palsu ke tantenya yang tak lain adik kandung SF. Video penganiayaan dibuat untuk diperlihatkan kepada adiknya dan suami adiknya.

"Saya sengaja memang rekam khususkan untuk ipar saya supaya dia tahu, bahwa anak saya ini tidak benar ucapannya," tuturnya.

"Saya benar karena kepala sekolah punya saksi semua, guru menelpon dua minggu tidak pernah kerja tugas, disitu saya kecewa saya yang didik anak saya sejak ayahnya meninggal," bebernya.

Halaman

(lir/aud)