Aniaya Anak Kandung, Ibu di Parepare Kesal Putrinya Tak Kerja PR-Berbohong

Hasrul Nawir - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 13:08 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi (Fuad Hashim-detikcom).
Parepare -

SF (34), seorang ibu yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri lalu merekam video penganiayaan tersebut menyeali perbuatannya. Dia mengaku kesal karena putrinya sudah berapa pekan tidak mengerjakan tugas dari sekolah.

SF tak henti menangis saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pareparee. Dia tampak berkali-kali mengungkapkan penyesalannya.

"Demi Allah Saya khilaf dan menyesal sangat menyesal , sangat menyesal," ucapnya dihadapan penyidik di Polres Parepare, Senin (21/9/2020).

Lebih lanjut, SF mengaku kesal karena anak putrinya itu karena telah membuat pengaduan palsu ke tantenya yang tak lain adik kandung SF. Video penganiayaan dibuat untuk diperlihatkan kepada adiknya dan suami adiknya.

"Saya sengaja memang rekam khususkan untuk ipar saya supaya dia tahu, bahwa anak saya ini tidak benar ucapannya," tuturnya.

SF mengaku emosinya memuncak saat menemukan chat anaknya kepada tentenya yang mengadu jika SF berbohong terkait persoalan ditelpon oleh gurunya karena tidak mengerjakan tugas sekolah.

"Saya benar karena kepala sekolah punya saksi semua, guru menelpon dua minggu tidak pernah kerja tugas, disitu saya kecewa saya yang didik anak saya sejak ayahnya meninggal," bebernya.

SF mengaku kecewa mengetahui anaknya telah menudingnya berbohong. Dia juga mengaku membesarkan putrinya itu sendiri setelah sang suami meninggal dunia.

"Saya sangat kecewa dan akhirnya memukul anak saya, sejak kecil umur 41 hari , ayahnya meninggal dan tanggungjawab membesarkan anak , sampai sekarang saya tidak pernah dibantu oleh keluarga ayahnya, saya pukul karena saya sayang sama dia," ungkapnya.

(nvl/nvl)