Sivitas Akademika UI Berang ke Politikus PKS, Begini Duduk Perkaranya

Kadek Melda - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 19:24 WIB
Civitas akademika Universitas Indonesia (UI) mendatangi Bareskrim
Sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) mendatangi Bareskrim. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) berang atas tuduhan politikus PKS Al Muzzammil Yusuf yang menyebut kampus UI memberikan edukasi seks bebas kepada para mahasiswa baru. Tuduhan tersebut dilontarkan Muzzammil dalam sebuah rekaman video yang tersebar di media sosial.

Atas tuduhan tersebut, sivitas akademika UI mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Muzzammil.

"Tadi alhamdulillah sudah berjalan, kita diterima oleh bapak kepala direktur cyber dengan tim. Kami bisa curhat, kami atas nama sivitas akademisi UI dari dosen, alumni, dan mahasiswa," kata dosen FISIP UI, Reni Suwarso, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/9/2020).

"Kami di sini bisa langsung karena atas nama individu, kami di sini banyak. Karena PSBB jadi cuma 20 (perwakilan). Yang penting berkas-berkas, semua bukti sudah disampaikan. Jadi tinggal ditindaklanjuti untuk dilihat siapa yang benar," lanjutnya.

Reni lalu mendorong Muzzammil datang ke Bareskrim Polri menyerahkan bukti terkait tuduhan yang dilontarkan kepada UI. Selain itu, Reni membuka diri bertemu dengan Muzzammil untuk adu bukti.

"Saya berharap Pak Muzzammil besok-besok datang ke Bareskrim untuk menyerahkan juga bukti-bukti yang beliau punya. Apa yang dimaksud UI itu mengajarkan seks bebas. Mana buktinya? Kalau Pak Al Muzzammil berani datanglah, kasilah buktinya, jangan cuma main di media sosial. Saya juga berharap kalau Pak Muzzammil mau, boleh ketemu dengan kami di sini kapan pun, di mana pun, ayo kita ketemu, adu bukti saya nggak mau adu perang mulut debat kusir. Bukti mana?" ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum sivitas UI, Soni Nainggolan, mengatakan pihaknya sudah menyerahkan laporan terkait informasi bohong yang dilontarkan Muzzammil ke Bareskrim Polri. Namun Soni tidak merinci apa saja bukti yang diserahkan dalam laporan tersebut.

"Kami rombongan sivitas UI telah menyerahkan sangat banyak bukti terkait berita bohong, pembohongan publik Al Muzzammil kepada UI. Di sini kami telah laporkan dugaan IT pasal 27 ayat 3 dan pasal 45 ayat 3, di sini tentang penyebaran berita bohong dan kami juga lapis dengan Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang kekuatan hukum pidana yang menimbulkan kegaduhan dan keonaran di internal dan eksternal UI," kata Soni.

Soni menuturkan apa yang disampaikan Muzzammil dalam rekaman video sudah terencana dan tersusun secara sistematis. Dia juga mengatakan laporan sivitas UI ke Bareskrim sudah masuk dan LP menyusul besok.

"Ini terlihat seperti tersistematis, tersusun dan sangat masif. Jadi kita harus counter ini dengan membuktikan wah UI ini tidak pernah apa yang disampaikan Pak Al Muzzammil. Jadi tidak ada kegiatan seksual," ujar Soni.

"Kita jamin masuk, silakan tanya ke reskrimsus sudah keluar besok kita LP tapi sprinlidik sudah keluar cuma kita nggak mau.... Berkas sudah di atas karena butuh waktu panjang karena sekarang sudah sore maka diputuskan besok kita LP sekaligus gelar perkara besok," lanjutnya.

Viral Materi 'Sex Consent' di PKKMB

Pelaporan sivitas akademika UI ini berawal dari video yang dibagikan Muzzammil dalam akun Instagram-nya. Dalam video berdurasi 3 menit 14 detik itu, Muzzammil mulanya mengomentari soal pakta integritas yang wajib ditandatangani mahasiswa baru UI tahun 2020. Dia menyebut, pakta integritas tersebut tidak sesuai dengan hak asasi manusia, bertentangan dengan pasal HAM dan dapat mengekang potensi mahasiswa mulai dari potensi akademik hingga organisasi.

Muzzammil kemudian menyampaikan dirinya mendengar sejumlah keluhan dari beberapa orang tua. Keluhan itu terkait adanya pendidikan consensual sex saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dia juga menyertakan link yang menjadi rujukannya tersebut.

"Saya dengar keluhan dari orang tua murid nanti saya berikan link-nya di sini. Adanya pendidikan consensual sex, seks dengan persetujuan dengan mahasiswa/mahasiswi. Seks yang dianggap tanpa kekerasan yaitu consensual sex dengan persetujuan, dengan kesadaran, dianggap itu seks yang sehat, yang sah dengan konsep consensual sex barat, maka itu bukan kekerasan. Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan diajarkan kepada mahasiswa kita di mana pun di Indonesia ini," kata Muzzammil dalam rekaman video tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2